Lusia
“Masuklah Eliona... “
Namanya Eliona. Lusia baru menyadari kalau ia sampai tak menanyakan pelayan yang telah membantunya itu.
Lusia mengikuti Eliona menuju kamar, pintunya tertutup sedikit tapi tidak di kunci karena mereka bisa melihat dengan samar tubuh Emma yang terbaring di ranjang lewat celah pintu.
“Emma, Nona Lusia ingin menemuimu... “ ucap Eliona ketika membuka pintu.
Ekspresi Emma tentu sangat terkejut, ia bahkan berusaha keras untuk bangkit dari ranjang tapi Lusia segera menghalanginya.
“Tidak apa – apa Emma, tidurlah.... “ perintah Lusia.
Meski nampak enggan untuk mengikuti ucapan Lusia, tapi rasanya sakit kepala dan di seluruh tubuhnya memaksa Emma untuk tetap berbaring.
Hot Chapters