Gairah Suami Kedua
“Selamat pagi, Kelana.”
“Pagi, Pak,” sahutku sembari tersenyum tipis. Melihat ekspresi wajahnya yang seketika berubah, aku meralat ucapanku. “Maksudku, Sean.”
“Sudah berapa kali kukatakan, panggil aku Sean. Kita kan seumuran. Bedanya, aku belum pernah menikah, sementara kamu…”
“Sudah dua kali, dan keduanya gagal. Bisa tidak membahas hal pribadi di tempat kerja?” selaku sambil menatap datar padanya.
Bab Populer