Puisi berantai 5 orang yang lucu dan kocak itu sering diasosiasikan dengan komunitas kreatif di platform seperti Twitter atau Tiktok. Salah satu yang pernah viral adalah karya kolaboratif oleh akun-akun seperti @PuisiKocak, @SastraReceh, dan tiga creator lainnya yang improvisasi bait demi bait. Lucunya, gaya mereka spontan dan penuh plesetan, mirip gaya 'puisi angkot' ala Medan.
Aku ingat betul salah satu baitnya yang ngegemesin: 'Aku sakit perut/karena makan rujak/toppinya keju/eh... salah focus/ternyata aer keran!'. Begitu dibacakan dengan intonasi tepat, rasanya ngakak sendiri. Kekuatan puisi begini justru ada di chemistry tim dan keberanian tampil absurd.