Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Alisya

Alisya

Semaksimalnya untuk hasil terbaik. Denganmu, kami bisa melihat Dengan adamu, kami bisa membaca Dengan hadirmu, kami bisa berjuang Dengan sapaanmu, kami terhindar dari kegelapan LAMPU Puisi yang ditulis Aiys di rangkaian yang ia gambar. "TEEEEEEEETTTTTTT," bunyi bel dengan menandakan telah usai sesi dua. Juna, Aiys, dan Tasya segera mengangkat tangan dan kemudian mengemas barang-barang mereka. Sebelum beranjak mereka sempatkan berfoto dulu dan memfoto hasil karyanya.
3.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Gadis Bodoh [Bego]

Gadis Bodoh [Bego]

Tidak ada seorang pun yang mengenalnya tidak memanggilnya dengan sebutan bego, menurut mereka justru mereka yang bego kalau tidak memanggil Altha si bego yang gak ketolongan. Altha cantik, manis dan kaya. Tapi sayang karena kebegoannya menutupi semua citra baiknya. Bahkan ada yang merasa cukup ngenes melihat Altha terlahir cantik dan kaya namun berotak dengkul. Bagonya gak jauh beda seperti bagong. Saking begonya, Mamanya sendiri malu ngakuin memiliki anak sepertinya. Terkadang Mamanya berpikir, apa mungkin Tuhan salah ngirim anak karena yang lahir bukan anak manusia normal. Tapi sebego-begonya anaknya itu, tetap saja wajah dan gen mereka gak jauh beda, persis seperti ibu dan anak.
9.83.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
STARMOON

STARMOON

Mansion Biru, Ibu Kota Peterburg Untukmu, suaraku yang halus dan lelah Mengusik kebisuan larut dari malam gelap Lilin yang sedih di dekat peraduanku Bersinaran; sajak-sajakku, bersenyawaan dan berdeburan, Beraliran, anak sungai kasih sayang, beraliran, dijejali olehmu Dalam kegulitaan matamu bercahayaan di depanku,
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Married With The Badboy

Married With The Badboy

"Ide gue aja. Nanti lo yang tulis," "Emang lo bisa?" tanya Pipit sedikit ragu. "Bisa," Allisya mulai menyalurkan keluh kesahnya melalui puisi. "Kapan-kapan lo like ya blog halaman di F******k gue," pinta Allisya, semakin banyak yang menyukainya puisinya di hargai. Puisi yang di ungkapkan Allisya adalah: "Terjun" Salah kata menyakiti hati
6.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 195 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Sang Pemburu Bayangan

Sang Pemburu Bayangan

Dia tanpa pikiran yang membuat kita berpikiran. Dia adalah kita dan kita adalah dia. Namun, dia tak pernah mengakuinya." Puisi sederhana itu, selalu bisa membuat Andi merasa pusing. Selain bahasanya yang penuh misteri, penulisnya juga membuat Andi sangat penasaran. Karena setahunya, ayahnya sangat jarang menulis puisi dan tidak pernah terlihat menulis puisi seperti itu. Karena ayahnya dulu, lebih sering menulis artikel dan novel. Bahasa yang digunakan ayahnya juga biasanya lugas, keras dan pedas. Berbeda dengan bahasa penuh misteri dalam puisi itu.
9.93.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 92 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
SILARIANG

SILARIANG

Perempuan berdarah Bugis itu hanya mengangguk beberapa saat mendengar ucapan suaminya, “InsyaAllah, Mas, Tenri akan membantu Mas dalam mewujudkan rumah kita di surgaNya nanti.” Tyo mempererat pelukannya, janji sudah dibuat, tanggung jawab pun sudah berpindah tempat. Inilah awal baru bagi mereka berdua untuk mengarungi samudera kehidupan dengan gelombang ujian yang akan beberapa kali menerpa mereka. * saya minta ampun Mak, mak tidak usah seperti ini
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Sang Pewaris yang Terbuang

Sang Pewaris yang Terbuang

Bab 012 : Tempat asing "Kai, apa kau yakin ini adalah tempat yang aman?" Tanya Terry. Ia mengedarkan matanya melihat sekeliling. Halaman bangunan itu nampak berantakan, dengan sampah dan dedaunan yang bersebaran. Sulur yang tumbuh subur di dinding, menjuntai di tiap sisi tembok. Cat tembok yang kusam dan mengelupas, serta rumput liar yang tumbuh tinggi, sekitar selutut.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
ASAL KAU BAHAGIA

ASAL KAU BAHAGIA

Rasa bahagia yang tercipta atas tempaan perjalanan cinta. TAMAT
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Akhir Bahagia Sang Putri

Akhir Bahagia Sang Putri

Semua hal baik ada pada Teala dan Yasha tidak suka. Orang-orang menganggapnya manja dan cerewet. Mereka tidak melihat pencapaiannya. Padahal Yasha tidak kalah berprestasi dengan Teala. Ia berhasil menulis banyak lirik lagu dan menjadi penyanyi yang menerima banyak penghargaan. Namun, semua orang hanya melihat Teala dan Yasha benci fakta itu. Dulu, mamanya menjadi satu-satunya orang yang akan membelanya namun setelah kematian sang papa, mamanya ikut membela Teala.
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

"Delapan ekor kuda Raja Mu tak kenal lelah berpacu, berkelana ke negeri seberang untuk mencari matahari dan bulan yang abadi." "Puisi ini berasal dari mana?" "Puisi ini terasa agak asing. Mungkin tentang lukisan Delapan Tunggangan." Setelah keenam orang menyelesaikan satu putaran, staf mencoret enam nomor pertama. Christopher melihat angka-angka yang tersisa tanpa banyak berpikir dan melafalkan, "Sebuah tugu peringatan yang diserahkan ke langit, setinggi sembilan lapis; saat senja, dibuang ke Chaozhou, delapan ribu mil jauhnya."
3.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status