Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Simfoni Temaram Takdir

Simfoni Temaram Takdir

Pun di hati orang tuanya yang pastinya tak akan sedetik pun melupakan Bisma. Selamat jalan sahabat. Tenang di sana. ~ Sunday is gloomy, my hours are slumberless Dearest, the shadows I live with are numberless Little white flowers will never awaken you ('Gloomy Sunday', Composed by Rezco Seress/ Sung by Billie Holiday) Minggu yang suram, waktuku tanpa terlelap Sayang, bayangan yang hidup bersamaku tak terhitung Bunga putih kecil takkan pernah membangunkanmu
105.0K viewsCompletedAdded to Library 186 Times as puisi mustofa bisri
Read
+Library
TETANGGA WITH BENEFIT

TETANGGA WITH BENEFIT

Dia enggak harus merasa bersalah karena dia sama Khalisa enggak berhasil. "Dia pasti juga pingin kamu bahagia," balas Alzian sambil taruh mawar ke vas. "Aku bahagia." Almorris langsung keluarkan napas berat. "Apa?" tanyaku. "Enggak, aku cuma capek," katanya. "Sekarang giliran aku." Althaf tegakkan badan, keluarkan selembar kertas dari tas. "Aku tadinya mau bikin puisi buat Mama, tapi ternyata itu hal yang aku paling enggak bisa."
101.5K viewsCompletedAdded to Library 56 Times as puisi mustofa bisri
Read
+Library
My Obsessive Boss

My Obsessive Boss

Kertas yang ditulis oleh Rania. Ia membacanya dalam hati, lalu sudut bibirnya terangkat membentuk senyum yang tak bisa disembunyikan. Tak lama kemudian, Abiyya berdiri sembari memegang satu lembar kertas di tangannya. Lalu berucap dengan suara yang terdengar jelas di seluruh ruangan. "Puisi terbaik malam ini..." ucapnya pelan namun tegas, "...adalah yang sederhana, namun terasa jauh lebih tulus dan dalam."
102.2K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as puisi mustofa bisri
Read
+Library
Lebih dari selamanya

Lebih dari selamanya

Siapa gerangan yang berhak bersanding denganmu? Aku hanyalah Senja yang selalu takut mendekatimu... Berharap ketika kau membenciku... Pantaskah aku memperjuangkanmu? Puisi sang Senja yang sedang merindu. Ia tulis di sebuah kertas dengan pena pemberian raja sewaktu ia mengikuti sayembara puisi untuk sang putri. Ia sangat dekat dengan raja tapi tidak tahu maksud kedekatan itu karena memiliki perasaan dengan sang putri. Sayembara itu hanyalah hadiah berupa uang bagi rakyat jelata sepertinya. Ibunya menjadi dayang. Ayahnya menjadi Prajurit. Sedangkan dirinya hanya bisa membantu kedua orang tuanya jika ada bantuan. Kalau ditanya hobi, ia memiliki hobi memandang sang putri. Sementara cita-citanya
105.2K viewsOngoingAdded to Library 199 Times as puisi mustofa bisri
Read
+Library
KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

KARMA : Balasan untuk Keluarga Tak Tahu Diri

menahan nyala cinta sedang kau berkata kau hanya mampir sebentar saja Kita juga pernah menebak kata-kata terakhir yang akan kita ucapkan sebelum malam benar-benar begitu dingin dan kau pamit berlalu seperti angin Tapi kita membisu tak sepatah rindu terucap tak juga ucapan selamat malam hinggap di rekah bibirmu yang lembap Hingga masing-masing kita pergi dan yang tersisa hanya bayanganmu yang terus saja menancap dalam ingat tepat di selasar harap yang senantiasa kudekap (Puisi By : Ikhlas El Qasr) TAMAT.
1045.2K viewsCompletedAdded to Library 1.7K Times as puisi mustofa bisri
Show Reviews (8)
Read
+Library
Nur Inayah
ceritanya bagus,aku suka tokohnya yg menampilkan perempuan yg kuat,cerdas dan tidak mudah tumbang meski awalnya didera banyak cobaan,perempuan harusnya memang seperti itu,biar tidak gampang ditindas,dianggap makhluk lemah yg g bisa apa2 dan dianggap remeh,good job,Amira
Bahagia53114202
novelnya keren. tapi, ini babnya nggak sampe kek sinetron Tersanjung, kan? takut kepanjangan dan gak tamat2 malah ujungnya mbulettt kek benang ruwet. apalagi sampe bab 200 lebihhh. haduh, bisa puyeng liatnya. ...
Read All Reviews
GEISHAKU KARMILA

GEISHAKU KARMILA

Jika sampai waktuku Engkau seorang yang suka merayu Tidak ada kau sedu hari yang kurasakan Aku akan selalu mejaga dirimu Aku ... Biar tergores luka menembus kulitku Aku akan tetap menerjang hatimu yang bisa kubawa berlari dalam kesepianku Aku tidak ingin hidup tanpa dirimu di sampingku _Chairil Anwar, 1943_ Lazuarrdi membaca lirih puisi dari penyair fenomenal dijamannya. Membuat lelaki tampan itu berdecak kagum.
1023.7K viewsCompletedAdded to Library 614 Times as puisi mustofa bisri
Read
+Library
PRIA BISU ITU SUAMIKU

PRIA BISU ITU SUAMIKU

" Kau kuat ,Andra! jangan tunjukkan sisi rapuhmu cukup tunjukkan senyummu!" Batin Andra,mencoba menyemangati dirinya sendiri.dia memasang senyum manis di wajahnya, meskipun tubuhnya di penuhi rasa sakit. *** Sore hari, Axela dan Bianca telah berada di depan pintu tempat tinggal Andra. Mereka telah menunggu laki-laki bisu itu selama 30 menit,Axela mulai merasa bosan dan gelisah.Ditambah lagi,
1.1K viewsOngoingAdded to Library 33 Times as puisi mustofa bisri
Read
+Library
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Hitung-hitung sebagai bentuk rasa terima kasih Harsa kepada kedua istrinya dan untuk hiburan juga, untuk mereka yang hari ini emosinya sama-sama terkuras. Jika dilihat dari jawaban yang ingin mempersiapkan waktu dan akan membicarakan besok mengenai hal yang telah dibaca, yakni puisi satir ada 99% nya adalah sudah berhasil cara tersebut. Malam itu karena Nyiur ingin sendiri, jadi dia memberikan tas itu ke kamar dan kemudian kembali lagi untuk ke kamar Ayu.
103.3K viewsCompletedAdded to Library 79 Times as puisi mustofa bisri
Read
+Library
Sangkur Pora

Sangkur Pora

Setelah kekecewaan itu telah berakhir, kau hendak memercikkan kembali api cinta yang telah kau padamkan. "Nasi sup pake sate mau?" tanya Mas Brian. Aku mengangguk sambil menunduk malu. Karena hampir salah paham. Lalu ia memesan dua porsi nasi sup lengkap dengan sate ayam. Kami duduk di lesehan, menunggu makanan. Setelah pelayan menyajikan makanan di meja. Aku dan Mas Brian segera menyantapnya. Nasi sup khas Banjar.
103.1K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as puisi mustofa bisri
Read
+Library
Pernikahan Politis

Pernikahan Politis

Ia sudah tidak sabar membaca obrolan istrinya dengan Musthofa. Ketika Arisha berjalan meninggalkan aula, Musthofa menunggunya. Pria itu bersandar pada salah satu tiang penyangga teras bangunan untuk pertemuan bersama itu. Tubuhnya yang berotot hanya berupa bayangan dalam kemeja motif garis warna abu-abu. Arisha tak tahu Musthofa akan senekat ini. “Assalamu’alaikum Ukhti, kenapa pesan saya tidak dibalas?”
105.6K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as puisi mustofa bisri
Read
+Library
PREV
1234567
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status