Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Penebus Dosa

Istri Penebus Dosa

Tak berselang lama, mereka sampai di sebuah pusara bertuliskan nama Bagas Ravindra. “Selamat siang, Pa. Maaf baru mengunjungi Papa lagi. Aku ingin mengenalkan orang-orang yang sangat ku sayangi. Istri dan anak-anakku,” ucap Tama sembari berjongkok di samping pusara sang papa dan mengusap batu nisannya.
1016.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 542 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Penguasa hati

Penguasa hati

Kuberdoa setiap malam Menemui Sang Penguasa alam Memohon satu hal yang kudamba Kuminta namaku tertulis dalam jalan takdirmu Bukan hanya sebagai pemeran figuran Hanya lewat dalam kehidupanmu yang keras Atau sang antagonis Sering kali menyakiti perasaanmu yang lembut Namun, sebagai cahaya yang menerangi hatimu Dan menjadi penguasa di dalamnya Senyum merekah di bibir berwarna merah muda tanpa lapisan lipstick itu. Ia segra menyambar gawainya. Mahesa Kamu bisa nulis puisi? Wibi Sebenarnya tidak, tapi entah, tiba-tiba bisa. Mungkin karena cinta, manusia papah sepertiku pun akhirnya menjadi seorang pujangga.
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Si Bangsawan dan Gadis Desa

Si Bangsawan dan Gadis Desa

Meninggalkan tanah pusat kota yang selalu ramai dan penuh keceriaan. Arah jalannya jelas menuju tempat tinggal tercinta. Terutama pada padang rumput, yang menjadi saksi bisu kisah cinta manis antara ia dan Elinoure. Di waktu yang sama. Elinoure mengerahkan domba-domba milik Bibinya kembali ke kandang. Setelah semuanya masuk, wanita itu lekas menutup pintu. Ia berbalik, terkejut. "Ya Dewi!!!"
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Menunggu Bulan

Menunggu Bulan

sang Bayu Cukuplah engkau bersamaku Mendengarkan nyanyian pilu Dari jiwa yang terpaku Walau lelah Walau payah Takkan diriku jengah Berharap semua 'kan indah Selesai menulis Raya kembali berbaring. Perasaannya mulai kacau. Ia kembali terbayang wajah tuan muda. Sejurus kemudian pintu kamar kembali terbuka. Seorang teman dengan napas terengah memintanya bersiap dan segera keluar kamar untuk mengikuti lomba berpuisi. Raya sangat bingung, tetapi belum sempat bertanya gadis itu telah berlalu.
2.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

Semua yang tersapu oleh mataku sudah kutuangkan dalam buku catatan. Mbak Siti, Mbak Sri, dan ibu-ibu yang lain sangat senang ketika kami sampai di rumah mereka. Ada beberapa rumah panggung khas suku Bugis yang tersebar di antara rumah-rumah khas Jawa. Tiap rumah yang kita singgahi memberikan suguhan, sampai perut kami terasa penuh. Mbak Sri memenuhi janjinya, menyuguhiku tongkol bakar sambal korek lombok setan siram klentik. Perutku sudah sangat penuh, namun Gus Nadzim memintaku untuk tetap memakannya.
109.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 327 kali sebagai puisi bugis
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Baca Semua Ulasan
Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Suratan Takdir Sang Anak Paranormal

Hurufnya bisa dieja tapi bahasa Bugisnya menggunakan bahasa Bugis Kuno. Nenek Male mengantarkan Aru, Bajo, dan Mapta pada cerita baru lagi. Namun setidaknya, Aru telah ditemukan. Apakah benar dia seorang parakang atau tidak benar-benar hanya korban. Jawabannya akan ditemukan esok hari saat Aru bercerita semuanya. Dingin pagi tapi menusuk hingga Bajo tak mampu menggerakkan tubuhnya untuk mengambil air wudhu. Subuh hari seperti ini, air sangat dingin. Namun, pada siang hingga sore hari, cuaca sangat panas.
108.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 193 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Cinta Istri Muda

Cinta Istri Muda

Sedangkan kalau malam hari, Jannah baru menyuruh anak buahnya menyalakan mesin diesel yang ditaruh di belakang rumah, disambung dengan kabel-kabel sehingga menciptakan aliran listrik ke seluruh rumah. "Kak, Hari Sabtu besok libur, gak?" tanya Jannah pada Naing. "Libur. Kan belum panen," jawab Naing, sambil menggigit buras buatan Jannah. Buras adalah salah satu panganan khas masyarakat Bugis dan Makassar di Sulawesi Selatan. Panganan ini dikenal juga dengan nama lapat, lontong bersantan atau buras. Bentuknya hampir mirip dengan lontong namun agak pipih dan dimasak dengan cara tersendiri. Biasanya panganan ini disajikan saat lebaran. Tetapi hari itu Jannah bilang sedang ingin makan buras. "Ema
108.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 329 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Istri Yang Kubenci

Istri Yang Kubenci

Bagas mengambil tissue, lalu membersihkan telunjuknya. Saat melempar tissue kotor ke dalam tong sampah, tissue kotor itu tidak bisa masuk karena tong sampah sudah sangat penuh. Bagas menghela napas. Dia kemudian terpaksa bangkit dan memungut tissue itu untuk dia letakkan di tong sampah yang lebih besar di belakang. Namun, ternyata tempat sampah yang lebih besar pun, sudah penuh dan sudah dikerubuti dengan hewan kecil-kecil berterbangan mengitari kulit buah mangga.
105.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 177 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Terjerat Deduksi Detektif Kejam

Amuk iblis di tempat tak dikenali, kan ku tahan sepenuh hati, Semua demi bertemu kamu lagi, Wahai istriku, Janganlah berhenti berdoa dan berharap, jadikan malam sebagai waktu meminta-minta, Kepada yang maha kuasa, pencipta semesta alam, Jadikan aku kuat dengan doa-doamu, dan keberanianku, Semoga kita bertemu lagi, istriku yang cantik, Maafkan segala kesalahan kakanda, Semoga kita ditakdirkan bertemu lagi di seberang lautan sana. Erik tidak tahu definisi kata-kata manis, puisi buatannya tidak mengandung kata-kata manis yang membuat Linda senang, tetapi berisi makna pahit tentang perang dan perpisahan. Puisi yang cukup untuk merobek hati seorang istri yang ditinggal suaminya ke medan perang da
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

"Dulu aku suka membuat puisi. Lalu diam-diam menyelipkannya di laci mejamu saat kelasmu sudah kosong sepulang sekolah. Aku hampir setiap hari melakukannya. Jadi Jihan bagian mengamati situasi kalau-kalau ada siswa yang lewat kelasmu. Itu konyol sekali." "Puisi? Itu buatanmu? Sungguh buatanmu?" tanya Bian dengan wajah serius tiba-tiba. "Ya. Aku membuat puisi dengan judul bertema alam. Ada bulan, awan, bintang, hujan, pohon, laut, dan sebagainya. Aku letakkan di bawah laci mejamu." "Kal, kau tidak berbohong, kan?" Ada nada mendesak di sana.
3.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai puisi bugis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status