Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

Dipaksa Menikah dengan Suami Sahabatku

"Dulu aku suka membuat puisi. Lalu diam-diam menyelipkannya di laci mejamu saat kelasmu sudah kosong sepulang sekolah. Aku hampir setiap hari melakukannya. Jadi Jihan bagian mengamati situasi kalau-kalau ada siswa yang lewat kelasmu. Itu konyol sekali." "Puisi? Itu buatanmu? Sungguh buatanmu?" tanya Bian dengan wajah serius tiba-tiba. "Ya. Aku membuat puisi dengan judul bertema alam. Ada bulan, awan, bintang, hujan, pohon, laut, dan sebagainya. Aku letakkan di bawah laci mejamu." "Kal, kau tidak berbohong, kan?" Ada nada mendesak di sana.
3.5K viewsCompletedAdded to Library 77 Times as puisi bugis
Read
+Library
Badai Sang Pemberani

Badai Sang Pemberani

"Setelah itu, bagaimana?" Wisnu menghela napas panjang, suaranya bergetar oleh rasa kagum. "Badai tak berpikir panjang. Dengan aksi berani, ia mengejar dengan motornya dan menerjang masuk kedalam bus yang sedang berjalan, ia melawan para pembajak yang menbawa senjata api. Bayangkan, Nilam... di dalam bus yang sempit, di kawasan terjal yang di kelilingi jurang, Badai bertarung dengan ke tiga orang Pembajak sekaligus. Tembakan berkali-kali dilepaskan, tapi Badai bergerak seperti kilat, berduel tanpa rasa takut kehilangan nyawa."
101.0K viewsOngoingAdded to Library 39 Times as puisi bugis
Read
+Library
Istri yang Kau Anggap Bodoh

Istri yang Kau Anggap Bodoh

"Gimana jalan-jalannya Mas?" tanya Sukma melihat sekilas ke arah Yudi masuk ke rumah saat azan Isya berkumandang. "Iya, tadi macet di jalan. Maklum lagi musim liburan." Yudi duduk di sebelah Sukma lalu memberikan kantong kresek yang dia bawa. "Tadi aku beli nasi bebek kesukaanmu? Kamu belum makan kan?"
107.4K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as puisi bugis
Read
+Library
Jimat Tali Mayat

Jimat Tali Mayat

Bahkan hingga mengerahkan separuh tenaganya pun, kalimat itu belum bisa terucap sempurna dari lisannya. ‘Astagaaa! Ada apa ini? Gua sama sekali gak bisa ngucapin kalimat-kalimat suci Tuhan gua!’ “Rrggghhh!” “Aaahhh, b-biss ... mmmhh ... aahhh!” Basri masih berusaha untuk mencoba, akan tetapi hasilnya tetap sama. “Aahhhh! Ada apa sama lidah gua, Tuhaaannn?!” Makhluk pocong itu kembali bergerak-gerak maju ke tempat semula dan mangut-mangut berulang-ulang. “Aarrgghhh! Ha-ha!”
8.512.8K viewsCompletedAdded to Library 295 Times as puisi bugis
Read
+Library
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa." "Tentu saja." Arjuna tersenyum. Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa? "Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...." Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna. "Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
9.3430.3K viewsCompletedAdded to Library 16.8K Times as puisi bugis
Show Reviews (65)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Read All Reviews
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Membuat Anita hampir tak percaya. Perasaan Anita bercampur, antara bingung dan senang. Perubahan sikap Sagara masih saja membuatnya terkejut. “Em... Di sini saya mau membacakan sebuah puisi, karangan Pena Langit dengan judul Orang Asing. Maaf sebelumnya kalau bukan karya saya sendiri. Karena saya tidak pandai membuat puisi," terang Sagara sambil tersenyum canggung.
107.6K viewsOngoingAdded to Library 241 Times as puisi bugis
Read
+Library
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

Mas Raja: "Alya Humaira, Aku rindu" Cairan bening langsung memenuhi kedua pelupuk mataku begitu membaca pesan itu, dan sedetik kemudian cairan bening itu mulai menganak sungai di kedua pipiku.
107.7K viewsCompletedAdded to Library 192 Times as puisi bugis
Read
+Library
Bisu Karena Cinta

Bisu Karena Cinta

"Selene... dia adalah duyung bersuara indah yang memberikan kedamaian di dasar laut" Mendengar hal itu, Isabella sedikit tersedak ketika menyeruput tehnya. "Uhuk... Selene adalah duyung?!" Tangan wanita tua itu bergerak mengambil cangkir teh di depannya dan menyeruputnya hingga habis. "Dia menjadi bisu karena melakukan perjanjian dengan penyihir agar bisa menjadi manusia"
101.1K viewsCompletedAdded to Library 29 Times as puisi bugis
Read
+Library
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Haidar chat kasih puisi: Wanitaku, Sayang! Rahim yang Kugali Kini Telah Tertali Aduan Nafsu Menganga Doa dan Cinta pun Berbunga Tubuh yang Kuraba Kini Hangatnya Mengaba Tersingkir dari Angin Membunuh Gemuruh Dingin Qobiltu yang Menjadi Janji Kini Telah Kuhempas dari Ruji Menjemput Pagi
105.0K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as puisi bugis
Show Reviews (45)
Read
+Library
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Read All Reviews
Melahirkan Pewaris untuk Sang Bangsawan Bengis

Melahirkan Pewaris untuk Sang Bangsawan Bengis

Netra Louise menghadap lurus menuju danau surga yang airnya berwarna biru jernih bak lazuardi. "Jadi, apa alasan yang menyebabkan adikku melakukan bunuh diri di danau ini, Louise?" "Kau tahu 'kan danau surga ini berada di bawah kaki puncak gunung Baekdu. Ada masyarakat tertentu yang menganggap gunung itu suci."
1.6K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as puisi bugis
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status