Kamulah Jodohku, Alyana!
"Aku cuma bercanda! Ayo, kamu bermain untukku. Ambilkan aku beberapa kelopak bunga untuk bermain."
"Baik."
Nathan menyetujui, kemudian keluar dari paviliun.
Air hujan berjatuhan, malam hening, begitu dia menginjak jalan yang basah, dia berubah menjadi sebuah lukisan yang memikat, dengan langit dan bumi sebagai latar belakang.
Pria itu tegap, dengan mata dan alis yang tajam, membawa aura bangsawan yang anggun. Di bawah cahaya air, dia tampak seperti seorang dewa yang tidak menyentuh dunia manusia.
Hot Chapters