Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
BALAS DENDAM SANG PERMAISURI ABADI

BALAS DENDAM SANG PERMAISURI ABADI

Udara di dalamnya dingin dan berbau dupa basi. "Tuan Han tidak akan tinggal di tempat terbuka," bisik Kael kepada agennya. "Cari tanda-tanda penggunaan baru, simbol Mata Abadi, atau pintu masuk yang tersembunyi." Mereka menemukan petunjuk di bawah altar yang runtuh: simbol Mata Abadi yang baru diukir dan sebuah pintu rahasia yang mengarah ke terowongan gelap. Terowongan itu adalah bagian dari jaringan air kuno yang terlupakan, membentang jauh di bawah Ibukota.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi dukamu abadi
Read
+Library
Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Duke, Mengapa Kau Baru Memohon Saat Aku Pergi?

Ia membutuhkan kertas, setidaknya bisa untuk menuliskan keinginannya. “Maafkan aku. Usia tua ini membuatku tidak bisa melakukan banyak hal termasuk melihat apa yang kau bicarakan.” Darian menelengkan kepala. Suara berat penuh simpati itu sedikit menggelitik hatinya. Duke itu meminta maaf atas kekurangannya sendiri bukan menyebut kekurangan lawan bicaranya—padahal sama-sama memiliki kekurangan. “Aku harap kau bisa mengerti.”
1020.6K viewsCompletedAdded to Library 782 Times as puisi dukamu abadi
Read
+Library
Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi

Cinta yang Kukira Abadi, Ternyata Ilusi

ternyata cuma wanita bodoh. Aku membantunya berdiri, lalu bertanya, "Kamu masih akan tetap cinta dia meski dia berubah?" Kimmy mengangguk dengan kuat. Dalam hati, aku mencibir. Orang-orang selalu mengatakan mereka mencintai sosok bulan yang indah. Namun, mereka tidak tahu bahwa cahaya bulan itu hanyalah pantulan. Mereka juga tidak tahu betapa rapuh dan penuh luka permukaan bulan. Yang mereka cintai sebenarnya hanya ilusi.
6.4K viewsCompletedAdded to Library 134 Times as puisi dukamu abadi
Read
+Library
MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

MENJEMPUT CINTA DI UJUNG GELAM

"Aku menemukan puisi ini di kamarmu ketika pagi itu kudapati kamarmu telah kosong, dan remasan kertas yang mungkin kau kira telah terbuang ke tempat sampah ternyata meleset ini kutemukan." "Nyanyian Rindu." ucapnya menirukan judul puisi yang beberapa hari lalu kutulis. "Puisi ini dengan jelas menunjukkan perasaanmu. Kamu mengira aku telah menikah dengan Ning Adiba." Ia sedikit terkekeh. Lalu ia membaca salah satu baitnya. Berpuluh-puluh musim telah berganti Nyanyian katak telah berganti ocehan prenjak di pagi hari
109.4K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as puisi dukamu abadi
Show Reviews (10)
Read
+Library
Mita el Rahma
Semoga terhibur dan mendapatkan sesuatu yang terselip-selip dalam cerita setiap chapternya ... Jangan lupa tinggalkan jejak rate dan komen karena itu adalah vitamin buat author ... Tengkyu untuk semua reader kesayangan yang udah kasih support. Semoga Allah limpahkan kasih sayangNya pada kita ...
Rendra Lima
lanjutannya usahain ceritanya yang ringan aja..klo bs konflik nya sedikit aja..klo terlalu banyak dan muter2 bakal bosen juga hehe...so far msh ringan lah...masih bisa dinikmati sambil minum soklat hangat di Indomaret..wkwkwkwkwk...
Read All Reviews
Elegi

Elegi

Sekali lagi ia mengabaikan eksistensi sepasang Sura, beserta peri pohon, dan juga sesosok Dragon ketika mendapati isi kotak itu adalah lembaran kayu aspen dengan sebuah tulisan yang begitu rapih di permukaannya. Yang fana ialah waktu Yang nyata ialah kau Dan aku hanyalah ketidakpastian yang membelenggu Air ialah diriku dan kau ialah pijar api yang menggelora Kita hanyalah kepulan asap yang tertiup angin lalu tiada Rindu ialah setiap denyut yang menyesakkan dada Ia jatuh di Bumi yang tak semestinya ia tinggali
2.2K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as puisi dukamu abadi
Read
+Library
OGAH MARRIED!

OGAH MARRIED!

Reffrain belum berakhir. Adri terus berkonsentrasi melantun lagu walau airmata mulai menggenang di pelupuk. Ini cinta yang beta punya Dari relung hati jiwa Cuma par ale saja lah Cinta ni abadi slamanya [Ini cinta yang aku punya dari relung hati jiwa. Hanya untukmu sajalah cinta ini abadi selamanya]. Adri tak tahu apa yang dirasa Dessy di ujung sana, di ranjang rumah sakit, saat ini. Ia hanya ingin menyampaikan nestapa rindu dan harapannya.
105.6K viewsOngoingAdded to Library 145 Times as puisi dukamu abadi
Read
+Library
Neng Zulfa

Neng Zulfa

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak berujungku mengenal hidup Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku dalam cinta tak bermuara Engkaulah matahari Firdausku yang menyinari kata pertama di cakrawala aksara "Pelita, saya pasti akan menemukan kamu dan membayar semuanya." Adhim menghela napasnya lantas berdiri dan kembali memukuli samsak tinju di ruang olahraganya lagi. Malam sudah semakin larut. Namun, Adhim sama sekali belum mengantuk. []
106.7K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as puisi dukamu abadi
Read
+Library
Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

"Lima tahun. Belum bersinar Cahaya Sukma, dan Dyah Bindani ... datang untuk menghidupkannya. Ya Hyang Widhi, peluklah hatiku yang sedang bersedih." Puspa terdiam. Ia menangkat tatapannya ke arah jendela yang menampilkan gerimis sore hari. Tulisan ini sama indahnya dengan rangkaian kata yang dipilih Dayita. "Hanuban semua berujar, anaknya bisa menjadi milikmu, rahimnya hanya dipinjam. Sungguh ... itu hanya membuat hatiku semakin kencang diikat rantai berduri."
10494 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as puisi dukamu abadi
Read
+Library
SUAMIKU DIAM-DIAM MENIKAHI PUTRIKU

SUAMIKU DIAM-DIAM MENIKAHI PUTRIKU

Untukmu Mama Kini usiamu tak lagi muda Garis tipis di kening perlahan menjelma Wajah teduh tersirat penuh makna Memandangmu adalah bagian dari surga Engkau selalu terjaga meski kuterlelap Layaknya malaikat tak bersayap Dengan cinta, buah hatimu engkau dekap Dalam suka dan duka, engkau tetap menjadi atap Mama .... Peluklah aku layaknya putrimu sendiri Sentuhlah aku dengan tulus cintamu
15.1K viewsCompletedAdded to Library 407 Times as puisi dukamu abadi
Read
+Library
A Gentle Kiss

A Gentle Kiss

Berpura-pura ingin berteman padahal ingin merebut suaminya, 'kan gila. Asap rokok mengepul di pekarangan rumah milik Lusi. Dhaka duduk di sebuah kursi ditemani secangkir kopi dan alunan musik yang bertema keputusasaan dan pemberontakan. Judul lagunya saja Sampah yang keji, mirip hidupnya yang tak berarti tanpa masa depan. Lusi menghampiri untuk membawakan gorengan pada Dhaka. Dia hanya menyimpan di meja kemudian kembali ke dalam rumah karena tak tahan dengan musik yang diputar dari speaker portabel milik Dhaka.
9.817.9K viewsCompletedAdded to Library 537 Times as puisi dukamu abadi
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status