Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

Di Kehidupan Kedua, Nona Shu Yi Akan Menuntut Balas!

"Dalam babak kedua, dewan juri menyediakan tiga kartu berisi kata. Peserta harus membuat puisi pendek dengan kata tersebut. Siapa yang paling cepat dan dalam maknanya, jadi pemenang." Kartu pertama dibuka. Kata sungai tertulis di sana. Begitu kata itu ditunjukkan, Shu Yi segera mengucap puisinya. [Sungai mengalir tak kenal lelah. Seperti hidup yang mengarunginya] Dewan juri mengangguk-angguk dan sepakat bahwa karyanya layak dipilih. Dengan demikian, dia dapat satu poin. Kartu selanjutnya dibuka. Kata Damai tertera jelas.
1025.3K viewsOngoingAdded to Library 962 Times as puisi mendung
Read
+Library
Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Sekali Putri Jahat Pergi, Para Pria Akan Merana

Inilah puisi yang akan ia bacakan di depan semua peserta lomba. [Terbangun aku di negeri asing tanpa peta, Di mana napas beraroma racun dan prasangka. Kulihat sepasang mata sehitam jelaga, Menatapku benci, sekaligus merengkuhku dari putus asa. Kau adalah rahasia yang dibawa angin senja, Lekas berubah arah, namun meninggalkan rindu yang begitu nyata....]
1014.2K viewsCompletedAdded to Library 455 Times as puisi mendung
Read
+Library
Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke

Hubungan Rahasia Dengan Tunangan Duke

pupil matanya terlihat membesar bahkan sempat mengeluarkan binar cahaya, begitu membaca setiap kalimat puisi yang tertulis didalam buku catatan milikku sambil menunjuk setiap kata dengan jari tunjuk miliknya. "senandung merdu bak suara peri dimusim gugur. mengiringi langkahnya, di antara daun yang berguguran. angin sejuk, membelai rambutnya yang panjang. membuat gaun biru mudanya, berkibar di udara. mengiringi irama, angin gugur yang sejuk. Dia bersenandung, dengan hati yang penuh. mengisi ruang, diantara kekosongan alam yang senyap"
101.4K viewsOngoingAdded to Library 40 Times as puisi mendung
Read
+Library
Istri Yang Kau Anggap Mandul

Istri Yang Kau Anggap Mandul

Mas Raja: "Alya Humaira, Aku rindu" Cairan bening langsung memenuhi kedua pelupuk mataku begitu membaca pesan itu, dan sedetik kemudian cairan bening itu mulai menganak sungai di kedua pipiku.
107.5K viewsCompletedAdded to Library 157 Times as puisi mendung
Read
+Library
Setelah Kau Mendua

Setelah Kau Mendua

Jadi selingkuhan saja bangga! “Apa yang kamu tulis, Van? Kok wajahmu terlihat sangat serius?” tanya Aira. Vani membacakan apa yang ia kirim pada selingkuhan Derry. “Pintar sekali kamu menuliskan kata-kata itu?” ledek Aira. “Haha, Mbak ngeledek nih.” Vani tertawa. Drtt…drtt..suara ponsel berdering.
1075.5K viewsCompletedAdded to Library 2.9K Times as puisi mendung
Read
+Library
Cinta Satu Malam dengan Berondong

Cinta Satu Malam dengan Berondong

“Untung namanya bukan Topan, Tornado, atau Guntur.” “Setidaknya mendung lebih baik dibanding tornado yang menyebabkan kekacauan kan?” “Iya, mendung nggak berarti buruk.” Padma menatap Badai dan rasanya untuk sesaat, ia tersesat di dalam manik mata sekelam jelaga tersebut. “Dari mendung bisa hujan, lalu ada pelangi.” “Nggak ada hujan yang bertahan selamanya.” “Iya, aku tahu.”
5.9K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as puisi mendung
Read
+Library
Setelah Engkau Mendua

Setelah Engkau Mendua

Perlahan tertelan waktu yang hampir lelah menunggu Tapi ia tetap memaksa diri untuk merinduimu. Katakan padaku, seberapa lama lagi aku harus menanti? Sampai kemarau berganti hujankah? Kemudian aku bertanya kembali pada sang senja Rumah manakah yang sebenarnya hendak engkau suguhkan untukku? Rumah sepi yang akan membuatku frustrasi? Ataukah rumah patah hati yang dapat membuatku ingin mati? *
9.167.8K viewsOngoingAdded to Library 1.9K Times as puisi mendung
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.5K viewsOngoingAdded to Library 140 Times as puisi mendung
Read
+Library
VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

VIDEO PERNIKAHAN SUAMIKU

Semilir angin membawa kabar Pada setiap bulir embun di antara dedaunan. Rindu ini menggema seirama dendang alam kehidupan. Kau bunga yang mewangi tertanam indah di taman hati. Kau nama yang selalu kusenandungkan. Kau wajah yang kulukis di kanvas hatiku Berwarna jingga penghuni jiwa.] Mas Fais ini mau bilang otewe ke sini saja pakai puisi aku jadi ge-er.
10146.6K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as puisi mendung
Read
+Library
DINGINNYA SUAMIKU

DINGINNYA SUAMIKU

Manda mendongak dan mengambil napas panjang. "Rindu kita terus menggunung, sementara logika tidak mau mendukung. Kita seperti terkurung dalam sangkar yang terpisah oleh palung. Susah untuk bergabung karena ego merundung." Kuhidu aroma tubuh Manda yang menenangkan. Rasanya, ingin terus seperti ini tanpa diganggu oleh siapa pun dan apa pun. "Mas belajar dari mana bisa puitis begitu? Biasanya juga ngegombal bisanya," sahut Manda, mematahkan usahaku merangkai kata.
8.346.0K viewsCompletedAdded to Library 964 Times as puisi mendung
Read
+Library
PREV
123456
...
10

Frequently Asked Questions

Ada sesuatu yang magis tentang puisi 'Mendung' yang membuatku selalu ingin kembali membacanya. Kalau mencari versi lengkapnya, coba cek situs-situs arsip sastra seperti Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin atau Badan Bahasa Kemdikbud. Mereka sering mengumpulkan karya klasik dalam format digital. Aku dulu menemukan salinan cantiknya di situs 'Indonesiana' milik Perpustakaan Nasional, tapi perlu digali lebih dalam karena navigasinya sedikit berantakan. Jangan lupa juga cek platform indie seperti 'Mata Puisi' atau komunitas sastra di Facebook—kadang ada anggota yang berbaik hati membagikan versi PDF.

Kalau masih mentok, coba hubungi langsung komunitas pecinta puisi di kota besar. Di Jakarta, komunitas seperti 'Ruang Puisi' atau 'Salihara' sering punya arsip fisik dan digital yang bisa diakses anggota. Aku pernah dapat akses ke koleksi puisi langka setelah ikut diskusi virtual mereka. Oh iya, grup Telegram 'Sastra Indonesia' juga sering berbagi dokumen langka, tapi kadang perlu izin admin dulu.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status