Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Alstroemeria

Alstroemeria

"Saat jumpa pertama engkau beri hatimu relungnya rona pagi cerah musim semi Saat jumpa kembali engkau sampaikan seuntai kata baranya laksana musim panas tak terlukiskan Ketiga kalinya engkau beri tanganmu dalamnya tersembunyi musim rontok daun berguguran Terakhir kalinya berjumpa lewat mimpi singkatku dalam mimpi terdapat gumpalan angin musim dingin." Ah mengapa panjang sekali? Mengapa puisi ini sangat aneh? berakhir dengan musim-musim dan musim, tapi tunggu...
1015.6K viewsOngoingAdded to Library 499 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Surga Semalam

Surga Semalam

Ketika hati yang mudah rapuh ini Diuji oleh duniawi diuji oleh materi Untuk kesekian kali lagi lagi dan lagi Kutuliskan kenangan tentang Caraku menemukan dirimu Tentang apa yang membuatku mudah Berikan hatiku padamu Takkan habis sejuta lagu Untuk menceritakan cantikmu Kan teramat panjang puisi Tuk menyuratkan cinta ini Telah habis sudah cinta ini Tak lagi tersisa untuk dunia Karena tlah kuhabiskan Sisa cintaku hanya untukmu Aku pernah berpikir tentang Hidupku tanpa ada dirimu Dapatkah lebih indah dari Yang kujalani sampai kini Aku slalu bermimpi tentang Indah hari tua bersamamu Tetap cantik rambut panjangmu Meskipun nanti tak hitam lagi Bila habis sudah waktu ini
1051.9K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Hati yang lemah

Hati yang lemah

Dia mengkode ke sampingnya pada seorang siswa yang bertugas untuk menyalakan musik. "Huaaah" aku kembali menguap lebar didepannya tanpa menutup mulut, dia mengambil daun yang ada di atas kepala kami dan menyumpal mulutku dengan daun segar itu. " Puehh .. !!" Aku meludahkan daun-daun itu dan menatap Levi tajam. "Gue nasehatin didengerin kek, rasain tu!" Levi melengos , dia mulai meregangkan kepalanya dan kemudian tangannya.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Di Balik Bayangan Makassar: Petualangan Aaron & ILHAM

Daun itu terbuat dari kilauan logam dan debu waktu—setiap uratnya memantulkan fragmen masa lalu yang berbeda: peperangan, kelahiran, cinta, dan kehilangan. “Itu,” kata suara Jagat, “adalah Lembaran Awal. Tempat semua makna baru ditulis.” Aaron dan Ilham melangkah mendekat. Cahaya dari daun raksasa itu menyinari wajah mereka, membuat bayangan tubuh mereka pecah menjadi ribuan partikel kecil—setiap partikel memantulkan kisah kecil yang pernah mereka jalani. Aaron menyentuh udara di depannya. “Apakah ini… tempat kami menulis pilihan terakhir?”
101.9K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
From Allah to Allah

From Allah to Allah

Dia menatap Kearah langit sambil membacakan sebuah puisi yang masih ia hafal jelas dalam ruang otaknya. Fathan mulai membaca puisinya itu dengan suara yang bisa dibilang sangat nyaring dihamparan dandelion yang dia tiduri. Suaranya yang sangat nyaring seakan-akan ingin didengar oleh sekitarnya. Saat ini, Saat Aku berharap kau mengerti. Angin selalu menghembuskan hadirnya pada sepi yang kian menguat.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

Regresi Garwa Padmi: Dinginnya Dendam Sedap Malam

"Lima tahun. Belum bersinar Cahaya Sukma, dan Dyah Bindani ... datang untuk menghidupkannya. Ya Hyang Widhi, peluklah hatiku yang sedang bersedih." Puspa terdiam. Ia menangkat tatapannya ke arah jendela yang menampilkan gerimis sore hari. Tulisan ini sama indahnya dengan rangkaian kata yang dipilih Dayita. "Hanuban semua berujar, anaknya bisa menjadi milikmu, rahimnya hanya dipinjam. Sungguh ... itu hanya membuat hatiku semakin kencang diikat rantai berduri."
10336 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Perempuan Masa Lalu Suamiku

Perempuan Masa Lalu Suamiku

Dalam selembar daun yang jatuh diterbangkan angin, engkau menjelma Di bawah siraman cahaya matari, engkau mengada Bersama kesiur angin yang mencumbu tubuh, engkau hadir Dalam bayang di bening air, engkau menatapku, mengulurkan sekeping tanda mata bernama rindu! ***
10104.9K viewsCompletedAdded to Library 3.1K Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Terpaksa Menikah Dengan Abang Ipar

Pov Jibran *** Sekarang aku bagaikan gumpalan debu. Seolah hanya dirinya yang mampu merangkai kembali ragaku. Aku menjadi begitu rapuh Tanpanya, hatiku tak lagi utuh. *** "Sadaqallahul 'Adzim ...."
8.0K viewsOngoingAdded to Library 318 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

Pintu Tertutup, Begitu Juga Hatiku

"Di sini ada pohon mahoni yang ia suka, dan ada anak yang menemani. Ia tidak kesepian." Padahal dalam lubuk hatinya, ia tahu persis bahwa dirinya sendirilah yang kesepian. Pagi itu, langit belum terang benar. Ia sudah mengenakan jaket tebal yang sudah pudar warnanya, melangkah pelan keluar dari pondok kayu darurat yang dibangun Pak Harto tepat di sebelah nisan. Pondok itu sederhana sekali, hanya ada satu ranjang papan dan satu tungku arang. Musim dingin dinginnya seperti gudang es, musim panas gerahnya seperti dikukus. Ia melangkah menghampiri nisanku, lalu mengeluarkan sesuatu dari sakunya, terbungkus sapu tangan yang dilipat rapi. Dengan hati-hati ia membukanya, di dalamnya terdapat seteng
2.2K viewsCompletedAdded to Library 73 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

KUKEMBALIKAN SUAMI PADA CINTA PERTAMANYA

Izinkan aku mencintaimu dalam diam Karena dalam diam tidak ada kata penolakan Izinkan aku mencintaimu dalam kesepian Karena dalam kesepian tidak akan ada orang lain Izinkan aku memujamu dari kejauhan Karna dari kejauhan akan melindungiku dari rasa sakit Izinkan aku memilikimu dalam mimpi Karena dalam mimpi kamu tidak akan pernah meninggalkan aku Tahukah kalian? Puisi itu coretan dari sahabat dumayku yang tak pernah bersua langsung, Qeisyah. Namun, begitu mencubit kepekaanku. Entah itu hanya hasil karya tangan biasa atau sedang mencurahkan hati sebenarnya. Yang jelas, rangkaian kata itu mewakili rasaku yang telah bertahun bertahta. Wahai ...
9.757.2K viewsCompletedAdded to Library 1.3K Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status