Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Istri Bayangan

Istri Bayangan

Part 50 Surat Undangan Pengadilan Tatapmu bergulir nyata Tajam merasuk jiwa Cintamu mekar sepenggalan Belum pun sampai Sudah pun hilang Kulabuhkan hati di Samudra cintamu Kukira indah ternyata semu Kubungkam kata terlalu lama Terpenjara di lembah dusta Bukan kuat bak dewa, tetapi ego kutahan jua Namun aku lelah di ujung kasih Hingga hatiku berhenti mencinta Meski cinta tertancap dalam dan berakar Jika ini dosa akan ku kubur dalam-dalam Sepenggalan puisi tiba-tiba terlintas dalam benak Silvi setelah 1 bulan tinggal di rumah ibunya, dia tidak menyangka takdirnya menggores luka di dada.
106.0K viewsCompletedAdded to Library 222 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Noktah Merah Pernikahan Firda

Noktah Merah Pernikahan Firda

Sejuta bahagia terkirim kehatiku Seakan waktu tak pernah memisahkan Hati yang jatuh cinta Mendayu sendu menapaki hari Namun waktu tak berpihak padaku Malam itu kau datang dengan tangis Kau peluk erat diriku dalam dekapmu Aku tak bertanya Aku hanya merasakan gelisahmu Hanya kata Maaf yang kudengar dari mulutmu Setelah itu kau pergi meninggalkan seribu tanya dihatiku Pagi menjelang kau datang kembali dengan surat undangan Kubuka perlahan Kubaca dengan seksama Ada dua nama terukir tinta emas yang indah Hatiku berdegup kencang Seakan dunia akan runtuh melihat namamu tersemat diatas undangan Tak ada namaku di situ Aku tak bisa berkata Mataku berkaca kaca
103.3K viewsOngoingAdded to Library 128 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Tawanan yang Menawan

Tawanan yang Menawan

Di malam itu Indah tidur dalam kegelisahan, pikiran Indah melayang jauh ke masa lalu. “Indah, sayang, dengarkan Ibu,” bisik seorang wanita, suaranya lembut namun bergetar. “Hutan ini berbahaya, tapi juga penuh dengan obat. Lihat tanaman ini?” Tangannya yang kasar mengacung ke arah sehelai daun berbentuk hati yang tumbuh di dekat pintu gubuk. “Ini daun gigil. Ini bisa meredakan banyak rasa sakit. Ibu akan mengajarimu semua yang Ibu tahu.”
1015.9K viewsCompletedAdded to Library 478 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Kehidupan Kedua: Nona Ingin Menuntut Balas!

Hening panjang menyelimuti ruangan sebelum akhirnya suara Cahya yang tenang dan bergetar lembut mulai menyanyikan bait puisinya—puisi yang ia tulis untuk sosok yang hingga kini masih berdiam di hatinya. 'Bunga itu mekar di taman cahaya, di antara embun dan desir angin lembut, tiada pujaan setulus doa, selain nama yang kusebut diam-diam di langit senja. Indahnya bagai rembulan di samudra, wajahnya menyingkap segala nestapa, dan bila ia menoleh—dunia pun berlutut, karena Tuhan menciptakan cinta di matanya.
9.857.7K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as puisi hatiku selembar daun
Show Reviews (18)
Read
+Library
nanadvelyns
Halo, semua. Terima kasih Banyak yang sudah mendukung cerita Dalia sampai tamat! Penulis mau ngabarin kalau sekarang sudah ada cerita kolosal terbaru, loh! Judulnya 'Mendadak Jadi Istri Pangeran Buruk Rupa'. CUSSS KEPOINN!!(˵͡~͜ʖ͡°˵)ノ⌒♡*:・。.
Lily Dutch
wanita wanita harem ini bikin pusing deh, bisa gak sih mereka idgaf aj. untung dalia sama adipati bukan kaisar, tp aku jujur pengen adipati jadi kaisar juga sih tapi aku gamau klo adipati punya banyak selir
Read All Reviews
Tulang Rusuk

Tulang Rusuk

POV ZEa lanjutan dari bab sebelumnya Dear pohon cinta, "Kaulah nyala senja yang diam-diam mengupas warna segar kupu-kupu dan aku tumbuh seperti laut waktu memberiku air gairah atas hidup. Barangkali kesengsaraan itu telah menjadi matang dan sempurna. Namun ketahuilah, tak ada luka yang sembuh hanya dengan kalimat-kalimat kebijaksanaan. Sudah semestinya jiwa mengiris setiap fana yang dianggap penting dari sebongkah daging, membakarnya di perapian dzikir paling bara. Hingga suara keberadaan sejatimu. Hanyalah kumpulan kebajikan dan kepatuhan. Pada sang maha cinta. Hanya pada sang pemilik cinta." Aku meremas kertas dengan aroma parfum yang tidak pernah bisa melenyapkan rinduku.
106.1K viewsOngoingAdded to Library 239 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Aira's

Aira's

Bait Untukmu Setetes air mata telah memadamkan semangatku, Seucap kata dari kau telah membelah hatiku, Kau bilang aku bodoh, Kau bilang aku tak gigih, Pembacaan puisi yang ditayangkan perdana di tv nyaris membuat ayah menangis seorang diri ketika mendengar dan melihat bagaimana pilunya Aira membaca puisi. "Maafkan Ayah Nak!" batin ayah sendu dan meremas kuat selimut yang ia pakai.
1014.9K viewsCompletedAdded to Library 565 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
CINCIN TAK BERTUAN

CINCIN TAK BERTUAN

HUJAN DAN DIA Melalui rintik hujan Ada sesuatu dalam pikiran Mengenang kisah tak terlupakan Telah terukir dalam ingatan Kita yang dahulu selalu ada Kini sirna bahkan tiada Terlalu mengikuti rasa Jenuh pun melanda Duhai ... Kekasih hati Mampukah diri ini pergi? Meninggalkan segala situasi Mungkinkah kisah kan kembali? Hujan mengungkit semuanya Kasih dan benci menjadi satu Ciptakan perih dan nelangsa Terlahirlah ragu Empat bait puisi itu mampu melunakkan hati. Kadang meratap tiada guna. Ahh, padahal hubungan dengan Arul baik-baik saja. Kenapa puisi itu seolah karena terluka?
109.0K viewsOngoingAdded to Library 297 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Si Lesung Pipi

Si Lesung Pipi

Lalu tunas-tunas yang dulu tumpul Kini tumbuh menembus tanah memamerkan dahan-dahan dan ranting-ranting Memamerkan daun-daun Memamerkan bunga berwarna warni dalam satu tangkai Dalam sekejap saja semua terjadi Dalam sekejap saja hati sudah berubah haluan Dalam sekejap saja udara sudah kembali sesak Dimana sebenarnya ketetapan hati itu berada? “Akh...Adaaam” Adam menyebut namanya sendiri sementara tangannya mengacak-acak rambut. Kembali buku agenda hitam terbuka terisi puisi dadakan. Sudah beberapa minggu berlalu masih saja bayang-bayang Andrewi muncul. Bagaimana dia gugup kemarin, bagaiamana polosnya dia tersenyum malu-malu, cara berbicara, suara dan semua gerakannya memacu setiap inci otak u
109.9K viewsCompletedAdded to Library 384 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

D A N (Keresahan yang Ku Saksikan) Sarah Sibuk dengan ketidakpastian Diriku bagai daun yang berguguran Mencarimu berkeliling Hingga tubuh ini terombang-ambing Bagai baling-baling Dan, Hatiku bertanya Dimana kau berada Dan, Menunggumu bagai gelombang jalan Dengan batu yang berhamburan Penuh debu dan kotoran Aku dalam kegersangan Dan, Mengapa sesuatu yang ku harap ada padamu Tak jua ku temukan pada dirimu Tak tercoret setitikpun rasa iba yang tertanam dalam rindumu Untuk sedetik saja menemuiku Dan menemui cinta yang ku bawa untukmu Dan menemui rindu yang ku tabung untukmu Dan menemui kasih sayang yang ku beri untukmu Dan menemui senyum yang ku simpan untukmu
103.0K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
Hati Suamiku, Milik Pujaan Hatinya

Hati Suamiku, Milik Pujaan Hatinya

Tangannya yang kuat menepuk pelan kepalanya, seolah-olah Alisa adalah bunga paling rapuh sedunia. Kehangatan seperti itu hanya pernah kuterima sekali darinya. Saat itu, kupikir aku telah menemukan matahari. Demi satu-satunya cahaya di hidupku yang gelap, aku mempertaruhkan segalanya dan melemparkan diri ke matahari itu. Hasilnya, aku terbakar.
8.1126.9K viewsCompletedAdded to Library 3.9K Times as puisi hatiku selembar daun
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status