Papaku Masih Perjaka
Pengacara itu memintanya membuat sebuah tulisan, tujuannya untuk dibacakan di persidangan nantinya jika diperlukan.
“Tulisan apa, Pak?” tanya Gama kebingungan kala itu.
“Apa saja, tentang perasaan Anda ke Maha juga bisa.”
Gama menelan saliva. Ia sudah menyalakan laptop dan menatap halaman kerja berwarna putih di sana. Pikiran Gama kosong, dia bingung harus mulai menulis dari mana, hingga membiarkan hatinya menuntun.
Dear Maha,
Papa harap kamu bisa mendengar ini. Jika tidak hari ini mungkin nanti saat Maha sudah mengerti.
ตอนยอดนิยม