Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Romantic Purple

Romantic Purple

“Pinter.” Mereka tiba di sebuah tempat sederhana yang menghadap langsung ke arah kota Bandung. Lampu-lampu kota berkelip seperti lautan kecil dibawah sana. Dari sana, lampu-lampu malam berkedip seperti lautan kecil di bawah langit gelap. Lidya melihat sekeliling sebentar, lalu kembali menatap Rian. “Jadi...” katanya pelan,
540 viewsKumpletoIdinagdag sa Library 15 Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

Terjebak Pernikahan yang Tak Sempurna

Terasa aneh, biarkan saja toh nanti akan kembali seperti semula. Yang Leora lakukan adalah memakan snacknya sebagai penghilang rasa canggung dengan satu tangan memainkan ponselnya. Leora membaca artikel tentang sejarah kota lama dan apa-apa saja yang ada di dalamnya. Lewat gambar informasi yang tertuang, kota lama menjadi ikon kota Semarang. Beberapa pelancong dari luar kota memang sengaja singgah ke sana untuk menikmati suasananya.
109.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 296 Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
Kembalilah Padaku

Kembalilah Padaku

Aku menghela nafas dan pergi menyusulnya. Kami sedang berada di Tangerang Selatan dan tampaknya itu adalah malam yang ramai. Ada banyak mobil yang melewati jalan, anak-anak bermain di plaza di dekat sana, orang-orang berlalu lalang, orang-orang berjalan dengan hewan peliharaannya, beberapa gelandangan dan pecandu berbaring di pinggir jalan, dan tepat di pintu masuk gedung itu, sekumpulan anak-anak muda berpenampilan buruk sedang mendengarkan lagu R&B melalui pengeras suara sambil merokok sesuatu yang dilarang. Mereka menatap aku dan Fia dengan raut wajah yang menakutkan, menyadari bahwa kami bukan dari daerah itu. Aku melingkarkan tanganku dengan protektif ke pundak Fia dan berjalan denganny
9.287.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Terlalu mahal harga yang harus aku bayar, jika harus melupakan hari ini. “Kamu hebat juga, ya, kalau bikin puisi.” Pujinya, mungkin kepadaku. “Haa? Hebat?” “Iya, puisinya menyentuh sekali.” “Ah, biasa saja.” Siang itu, terasa siang terdingin di kota Surabaya. Alasannya kalian sudah mengerti, bahkan paham tanpa perlu aku menjelaskan ulang. Senyum, adalah pengganti pelangi barang kali. Anehnya, pelangi yang seindah itu, tidak mau menampakkan diri sepanjang masa, merasa masih ada kekurangan untuknya.
8.910.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 359 Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
ISTRIMU TERNYATA SULTAN

ISTRIMU TERNYATA SULTAN

Berlin menempelkan keningnya ke kening Rangga. "Sedangkan lo? Lo itu kayak Nasi Goreng Tek-Tek ini. Anget. Berantakan. Berminyak dikit. Tapi bikin kenyang dan bikin nagih." Rangga menatap mata Berlin. "Jadi kamu lebih milih Nasi Goreng daripada Lukisan?" "Selalu," jawab Berlin mantap. "Lagian, puisi lo tadi sebenernya kreatif lho. 'Dividen cinta cair tiap hari'? Itu quote ter-gombal yang pernah gue denger."
10977 viewsOngoingIdinagdag sa Library 33 Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
Titipan Cinta Bentara

Titipan Cinta Bentara

Jalan Penuh Puisi Aku serupa melihat silet lelaki yang kukenali sejak lama Ketika itu aku berjalan di tenah rerimbunan pohon berdaun larik-larik puisi Dengan tangkai yang meranggas serupa sajak-saja pekat Langkahku maju meski ragu-ragu Menginjak serakan bait-bait coretan pujangga Siluet itu kini berubah menjadi seorang lelaki seutuhnya Wajahnya serupa rumah yang tak pernah kujumpa Wangi yang menguar dari tubuhnya terlalu sering kuhirup namun tak pernah tercium oleh hidungku Dadanya serupa tempatku berkeluh kesah namun tak pernah Namun tak pernah kusentuh Lelaki itu berjalan ke arahku, di jalan yang penuh dengan puisi.
3.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 122 Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
Jejak Pedang di Langit

Jejak Pedang di Langit

Liang Feng tersenyum tipis, tetapi senyum itu tidak sepenuhnya mencapai matanya. Mereka tiba di sebuah kota kecil yang dikenal sebagai Kota Hujan Tak Berhenti. Sesuai namanya, kota itu selalu diselimuti hujan ringan yang tidak pernah berhenti. Jalan-jalan berbatu basah, dan penduduknya berjalan dengan langkah cepat di bawah payung mereka. Liang Feng merasa ada sesuatu yang aneh di kota ini. Meskipun suasananya tampak damai, ia merasakan tekanan energi yang aneh, seperti bayangan gelap yang bersembunyi di balik hujan.
1.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 44 Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
Rahim untuk Anakku

Rahim untuk Anakku

Terasa singkat saat bersamamu teramat panjang kala merindumu berasa sesaat ketika menggenggammu sangatlah lama untuk menantimu ****** Tawa dan canda sepanjang perjalanan membuat semua lelah tak lagi terasa. Kadang bernyanyi bersama walau dengan suara yang tidak jelas nadanya. Yang penting happy. Sepanjang perjalanan harus melintasi perkebunan teh yang mampu menyejukkan mata dan pikiran. Beda sekali dengan penatnya kota Jakarta. Di sini masih sangat asri.
106.3K viewsOngoingIdinagdag sa Library 158 Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dalam Cengkeraman Empat Sultan

Dia ingin agar Emma menatapnya karena gadis itu sudah merusak tatanan kehidupannya sejak dia menginjakkan kaki di kampus ini. "Buruan baca," teriak Arsen tidak sabar. Cowok itu benar-benar sudah penasaran dengan puisi yang ditulis Raka kali ini. Raka menatap kertas di tangannya dan mulai membaca. “Ada kota-kota yang tetap ramai meski kehilangan satu lampu di sudut jalannya mungkin memang begitu cara dunia bekerja Sesuatu bisa hilang tanpa benar-benar mengubah apa pun
103.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 113 Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
Suamiku Bukan yang Kukira

Suamiku Bukan yang Kukira

Pelabuhan belum ramai, tapi suara kapal kecil dan teriakan buruh mulai naik seperti doa yang setengah putus. Kota ini tidak tidur; ia hanya berpura-pura. Aku berjalan menyusuri jalan menuju pelabuhan tua. Dindingnya penuh grafiti. Di salah satunya, sebuah kalimat tertulis dengan cat hitam, hurufnya besar tapi tergesa: “Magnolia bukan bunga, ia akar.” Aku berhenti. Cat itu masih basah. Seseorang baru menulisnya. Kuberanikan menyentuh sedikit ujungnya. Tinta menempel di jari.
821 viewsOngoingIdinagdag sa Library 22 Beses bilang puisi tentang kota tangerang
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status