KETIKA ART-KU DIPANGGIL MAMA OLEH ANAKKU
"Maaf? Tidak ada maaf yang sebenarnya untuk kalian. Tapi yang ada adalah penerimaan atas semua yang telah terjadi. Bagaimana aku bisa benar-benar memaafkan, jika aku masih sakit hati. Kata maaf itu terlalu tinggi dan belum bisa aku gapai. Aku hanya sedang menerima takdirku berusaha ikhlas. Terus meremas sendiri sakit itu hingga lumat dan bisa kugenggam dan kukuasai. "
"Terimalah takdir kita untuk rujuk, Fir. Bisa kan?"
"Jangan mimpi kamu, Mas. Sudah, waktunya habis. Ini kolak buatan ibuk dan makan siangmu. Aku pulang. Jaga dirimu baik-baik. Assalamu'alaikum."