Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ai (Untuk Leo)

Ai (Untuk Leo)

Kau Maha Adil Sang Pencipta Raga dan jiwaku kau wakilkan Hingga kubisa tenang pada waktunya Tunggulah aku semuanya Susulanku segera kalian terima Hingga waktu itu tiba Leo terkesan dengan dengan sajak puisi yang telah ia baca tersebut. Ia yakin, puisi ini memiliki makna tersendiri dan bukan hanya sekedar karangan. Terpikir dalam pikirannya untuk mencari tahu siapa penulisnya. Maka dibukalah lagi lembaran berikutnya. "Berlarilah karena mimpimu, jangan dengarkan perkataan mereka tentang mimpimu, Biarkan mereka tidak tahu, siapa sebenarnya dirimu."
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Botol itu mulai berpijar, menyedot energi dari setiap mimpi yang pernah Anda kubur, setiap kata yang hampir Anda ucapkan namun tertahan di tenggorokan, dan setiap keindahan yang gagal Anda abadikan. ​Di Inisium, fenomena ini disebut sebagai "The Resonance of the Unspoken" (Resonansi yang Tak Terucapkan). Cahaya yang berasal dari botol itu menciptakan jembatan permanen antara dunia fisik Anda dan dimensi imajinasi Nara. Inisium kini bukan lagi planet yang jauh; ia menjadi lapisan tipis yang menempel pada kenyataan Anda sehari-hari.
736 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Baca
+Pustaka
EUFORIA

EUFORIA

Aku lebih mengedepankan emosi, sementara Carissa, tentu saja tersenyum seolah-olah ingin menenangkan diriku. “Tidak, Adrian. Saya ini nyata. Itulah kenapa saya berkata, kamu tidak bisa membedakan kenyataan dengan imajinasimu sendiri. Jangan buat saya mengatakan semuanya, Adrian. Kamu harus belajar merasakannya. Kamu harus belajar membedakannya.” “Gue nggak paham. Gue malas. Lagi pula, meskipun lo bilang kenangan gue cuma ilusi, lalu kenapa?”
1013.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 384 kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Baca
+Pustaka
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

"Di depan sangkar burung?" "Di depan pintu neraka!" Cakra jadi teringat ucapan Iblis Cinta. Ada ilmu yang mampu merubah wujud sesuai tempat yang disinggahi. Jika duduk di dekat pohon, maka tubuh akan menyerupai pohon, namanya ilmu Salin Raga, dan hanya satu yang memilikinya ... pendekar tanpa tanding bergelar Ksatria Bayangan, tapi lebih dikenal dengan sebutan....
9.946.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Telah terbit karya saya "Mengejar Cinta Puteri Bangsawan" bercerita tentang perjuangan Arjuna dalam mencari bapaknya untuk memenuhi persyaratan acara lamaran klan Angada. Bagi reader yang suka romantika cinta dengan latar cerita abad 21 dan abad 16, cerita ini cocok untuk diintip sejenak.
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku Tanpa rasa bersalah engkau bertahta Memenuhi semua hidupku
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Baca
+Pustaka
KEMBALINYA SANG RATU

KEMBALINYA SANG RATU

teriaknya, sementara akar-akar di bawah istana menjerat server-server hingga meledak. Di seberangnya, La Ode Harimao—matanya kini lubang hitam mini—membentangkan tangan. "Kita adalah puisi," gumamnya, suaranya seperti gema dari lubang cacing. "Dan puisi tak perlu makna. Cukup keindahan yang merobek dada."
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 66 kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Baca
+Pustaka
Vice Versa

Vice Versa

Tatapan seisi ruangan sangat menyeramkan dan menekan. “I-itu ....” Fisesa gelagapan. “Imajinasi lebih penting dari pengetahuan. Pengetahuan terbatas pada yang sekarang kita ketahui, sementara imajinasi mencakup keseluruhan dunia.” Hanna menjawabnya dengan lancar. “Wah! Tepat sekali!” seru Virgo.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Baca
+Pustaka
Cinta Sang Preman

Cinta Sang Preman

*** Rasa Aku berkelana melewati rimba aksara, menembus lebatnya kata Aku berenang dalam kubangan gelap dan terangnya pikiran Mencari rasa yang sepat singgah pada manik jiwa Terbang mengikut angin berhembus sampai akhirnya leyap pada batas nyata Luka hanyalah setitik duka yang tersirat dalam kisah semesta Aku pun pergi pada cinta, kuiklaskan diri dalam rengkuhnya Cumbuannya membangkitkan gelora hasrat jiwa, hadirkan selaksa bahagia ** Jadi lagi satu puisi, coba up lagi di medsos. Siap dikritik, daripada harus diam menunggu kabar dari manusia yang mulai menghilang dari peredarannya. [Ta,] Kenzo mengirim pesan [Uyy, dapa, Ken?] [Sibuk 'gak?] [Gak, kenapa?]
104.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

PUISI SATIR TENTANG YANG LUKA DIA TERBANG TAPI TAK PUNYA SAYAP KARENA DEMIKIAN SEKARANG IA SUDAH MERAYAP SAYANGNYA IA TIDAK MERAYAP SESUAI TEMPAT SEHINGGA DEDAUNANNYA ITU JATUH TERLEBIH DAHULU SEBELUM DIRAPAT JIKA DEDAUNANNYA SUDAH RUNTUH APALAH DAYA SEBUAH BUAH YANG TIDAK MEMPUNYAI ALAT FOTOSINTESIS SEBAGAI RUMAH YANG MEMBERINYA BUTUH TENTU BUAH ITU TAK JADI SEGAR TENTU BUNGA ITU TAK JADI MEKAR MEMANG SEBUAH KEJAHATAN TIDAK AKAN LARI DARI PENANGKAPAN MEMANG YANG BAIK ITU AKAN SELALU MENDAPATKAN CELAH KEMENANGAN
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya Akhirnya kami menuliskan lagi puisi pada sebuah tembok yang belum tertulisi, atau tiada gambar di sana. Mei tidak bertanya soal arti, atau maksud mungkin, yang tertuang dalam puisiku tadi. Jika bertanya, aku akan menjelaskan kepadanya bahwa, “Aku juga tidak tahu!”
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 365 kali sebagai puisi mengenal imaji atau disebut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status