BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR
"Ayo, gosok tintanya! Karena aku adalah 'seorang penyair', izinkan aku menggubah beberapa bait puisi terlebih dahulu!"
Di balik perintah konyol itu, bibir Sori menyiratkan senyum licik. Penyamarannya sebagai penyair pengelana yang penakut berjalan sempurna. Di desa ini, ia tidak hanya akan menulis puisi, tetapi juga mengamati seberapa besar kekuatan sebenarnya dari pria bernama Raja Doli itu.
***
Di tengah aroma tanah yang basah di kebun cabai dekat pondok kuda, aku berdiri mengamati barisan tanaman yang mulai tumbuh subur. Namun, pikiranku tidak sepenuhnya berada di sana.