Petani Terkuat
Susi beberapa kali menatap buah di tangannya, lalu menatap Jaka, seperti masih belum percaya ladang mereka dapat menghasilkan sesuatu seenak ini.
“Rasanya…” Susi bergumam lirih. “Beda sekali.”
Bejo tidak langsung menjawab. Lelaki tua itu menelan mangga di mulutnya, lalu menarik napas panjang. Keriput di wajahnya tampak melembut. Untuk sesaat, ia terlihat bukan seperti petani yang bertahun-tahun diperas musim dan harga pasar, melainkan seorang ayah yang kembali menemukan harapan di tengah tanah yang ia rawat seumur hidup.