Sibunian Tongga - Kitab 2: Teratai Abadi
Di antara mereka, para petani terlihat cukup ceria, menikmati pekerjaan mereka demi perut orang banyak.
Embusan angin yang sepoi-sepoi juga mendatangkan ketenangan tersendiri, atau terkadang sedikit nakal dengan berembus lebih kencang.
Semua itu, membuat Bungo terpana. Dia sedang berdiri di satu batu pualam besar, dua tangan terentang meski tak begitu lebar, wajah menengadah, dan rambut yang hitam legam serta panjang riap-riapan dipermainkan sang angin.