Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kubalas Hinaanmu, Mas!

Kubalas Hinaanmu, Mas!

Beberapa saung tersebar sehingga menimbulkan kesan petani sedang makan setelah bekerja di sawah seharian. Sejuk dan nyaman membuat betah pengunjung. Sepanjang mata memandang, hijau padi menyegarkan penglihatan. Yuda bahkan mulai merasakan matanya sedikit berat saat angin sepoi-sepoi bertiup. Perut kenyang ditambah pula musik seruling Sunda diputar pelan membuat lelaki itu hampir saja ketiduran.
998.9K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as puisi petani
Read
+Library
DINIKAHI KONGLOMERAT

DINIKAHI KONGLOMERAT

Apakah ini bawaan bayi? Kakiku yang hanya memakai sandal capit melangkah perlahan. Menyusuri jalanan kecil yang menghubungkanku dengan area pesawahan. Akhirnya aku tiba. Meski terik, tapi semilir angin bercampur wangi lumpur sawah dan padi yang mulai menguning membuat hati ini tetap terasa damai. Dalam beberapa petak terlihat para petani yang tengah sibuk memotong padi. Sudah musim panen rupanya.
9.7330.6K viewsCompletedAdded to Library 12.6K Times as puisi petani
Read
+Library
DIARY SKIZO

DIARY SKIZO

Tanpa kubaca isinya, aku penasaran mengenai titi mangsanya. Kuscrool sampai bawah, tak ada titi mangsa. Di sana hanya tertulis, Gadisku Beraroma Dupa - Ida Ayu Ambarukmi. Siapa itu? Apa Mas Ichsan juga memiliki kehidupan lain di dunia maya? Cepat-cepat kukembalikan kursor ke atas, berniat membaca postingan itu. Sebuah puisi berbentuk paragraf dengan kalimat lugas dan minim majas. Kaff pernah bilang, yang seperti itu namanya senandika.
106.2K viewsCompletedAdded to Library 186 Times as puisi petani
Read
+Library
Ujung Senja

Ujung Senja

“Kemana perginya hati. Kemana hilangnya rasa. Engkau kan menghilang diri, Sayang, untuk insan yang kau puja. Kutakkan berkecil hati. Kutakkan rasa kecewa. Walaupun perih pilu di hati. Kau kuiring senyum mesra. Ingatlah, kau, duhai Jelita, hati ini untukmu saja. Dhai kasih, sanjungan kalbu, engkau pergi tanpa relaku. Hatiku kau curi kini, kau bawa pergi bersama. Kering kini taman sanubari, tiada lagi senyum indah.”
108.5K viewsCompletedAdded to Library 179 Times as puisi petani
Read
+Library
JUST IMAGINATION

JUST IMAGINATION

Angin segar yang berhembusan menyuguhkan pemandangan indah dari lereng pegunungan. Terlihat para petani mulai sibuk menggarap ladang masing-masing dengan raut wajah sumringah yang memancarkan kebahagiaan. Matahari bersinar cukup terang, awan biru menyapa pagi dengan secercah harapan. "Semoga hariku secerah pagi ini". Gumamku dalam hati.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 115 Times as puisi petani
Read
+Library
Terjebak di Tubuh Bocah SMA

Terjebak di Tubuh Bocah SMA

Aurora kaget karena ditarik Galaksi. "Padi ini baru berisi air, sari beras yang belum mengeras. Jika kita punguti pun rasanya sia-sia. Tidak bisa kita olah menjadi apapun," keluh seorang petani dengan wajah putus asa. Menyaksikan semua penderitaan penduduk desa di sini hati Galaksi seolah tercabik-cabik. ***
103.4K viewsOngoingAdded to Library 79 Times as puisi petani
Read
+Library
Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api

Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api

Suara gemerisik daun padi yang beradu dengan angin menciptakan simfoni alam yang menenangkan. Di bawah pohon besar di ujung sawah, para petani duduk bersila, membuka bekal yang dibungkus daun pisang. Wajah-wajah mereka tampak cerah, penuh senyum, seolah hidup tak lagi menyisakan kekhawatiran. Tidak ada kecemasan yang biasanya menghantui mereka—tidak ada bayangan perampok yang mengintai di balik semak-semak, tidak ada teror yang membuat mereka gelisah. Sudah berbulan-bulan sejak desa ini terakhir kali diganggu oleh kejahatan. Jayanta mengusap peluh di dahinya dan melirik Karna yang berjalan di sampingnya. “Kau tahu, Arjuna, tempat ini hampir tak seperti dunia nyata. Semuanya terlalu... tenang
103.2K viewsOngoingAdded to Library 116 Times as puisi petani
Read
+Library
PEMBALASAN DENDAM ZENITH

PEMBALASAN DENDAM ZENITH

Sesuai petunjuk pemilik kedai, ia melihat tiga kereta kuda yang diparkir berjajar, di samping tumpukan peti kayu yang menggunung, penuh dengan sayuran segar hasil panen pegunungan. Seorang pria paruh baya dengan punggung yang sedikit membungkuk karena kerja keras sedang mengangkat sebuah peti berisi lobak ungu. Wajahnya dipahat oleh matahari dan kekhawatiran. Ia bergerak dengan ritme yang lambat namun pasti, ritme seorang pria yang telah melakukan pekerjaan yang sama seumur hidupnya. Clive mendekat dengan langkah tenang. "Permisi, Tuan."
101.5K viewsOngoingAdded to Library 37 Times as puisi petani
Read
+Library
g a d i s

g a d i s

Iya tentunya Tapi tidak semuanya Jati yang terus gugur di musim kemarau atau salju yang mencair ketika terik matahari bersinar Apapun di manapun Siapa aku Aku hanya ingin berteriak dan mengatakan Menjadi harapan tanpa kebanggaan itu sangat menyakitkan Gadis, 10/10/2021 Sebuah sajak telah selesai ia tulis, notes ini penuh dengan banyak rangkaian tulisan indahnya 'si punjangga ulung' Febi biasa melebeli Gadis dengan sebutan itu.
9.72.8K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as puisi petani
Read
+Library
Ladang yang Berdendang

Ladang yang Berdendang

Vivan kembali melanjutkan kegiatannya yaitu ikut kakek dan nenek ke sawah. Sebenarnya Vivan tidak kuat pergi ke sawah saat musim panen tiba, soalnya ia tidak kuat gatal kalau terkena jerami, apalagi saat terkena debu, beuh kulit Vivan rasanya gatal dan panas seperti terbakar. "Kakek, aku mau pulang. Aku nggak kuat gatel mana banyak belalang lagi. Aku nggak suka. Panas."
108 viewsOngoingAdded to Library 3 Times as puisi petani
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status