Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Beloved Partner

My Beloved Partner

Puisi itu berbunyi: Di antara sejarah dan darah pahlawan, Ada degup yang tak bisa kuabaikan. Tak ada merah putih di dadaku selain wajahmu yang selalu tenang. Untukmu, guru berjas abu-abu… Pak Taka mengernyit. “Ini puisi... romantis?” Laras maju ke depan dengan cepat, “Itu... karya fiksi, Pak! Kami mau menunjukkan bahwa nasionalisme bisa disisipkan dalam bentuk rasa cinta!”
103.5K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as puisi: sajak
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Amin. Sampai saat ini, koleksi sajak pribadi saya sudah sangat banyak. Namun, yang layak dinikmati oleh khalayak umum sangatlah terbatas, tidak lebih dari lima sajak. Kebanyakan sajak saya adalah berisi tentang perasaan anak muda. Dan kebanyakan lagi adalah mengisahkan tentang betapa indahnya ciptaan Tuhan yang berupa neng Afidah. Aku hitung-hitung, ada sekitar 165 sajak yang telah aku tuliskan, sedangkan yang pantas dipublikasikan tidak lebih dari lima. Artinya? Saya harus banyak berbenah lagi.
8.910.0K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as puisi: sajak
Read
+Library
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

Setelah beberapa saat, dia bertepuk tangan dengan keras sambil memuji, "Puisi yang bagus. Sungguh indah, luar biasa." "Tentu saja." Arjuna tersenyum. Puisi itu adalah mahakarya seorang penulis, ahli filsafat dan penyair kuno zaman Dinasti Ratungga, Sapardi. Bagaimana mungkin tidak luar biasa? "Ribuan gunung tak ada burung, ratusan jalan jejak manusia pun sirna ...." Pria tua itu masih menggumamkan puisi Arjuna. "Puisi yang sangat indah, apa judul ...." Ketika lelaki tua itu tersadar dan ingin bertanya kepada Arjuna tentang judul puisi itu, Arjuna sudah pergi.
9.3431.4K viewsCompletedAdded to Library 13.4K Times as puisi: sajak
Show Reviews (65)
Read
+Library
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Read All Reviews
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Aku pun manut sambil tetap setia menatap ke arah dadanya. Memang, setiap jengkal tubuhnya adalah puisi. Sesuatu yang indah untuk dinikmati. Tapi bukan jenis sajak Mbah Sutarji yang deklamasinya kayak baca mantra itu. Tetapi lebih dekat dengan syair mendiang Eyang Sapardi yang aku ingin mencintaimu dengan sederhana. Namanya Juleha Dwi Cahyani. Kita panggil saja dia Juleha.
105.8K viewsOngoingAdded to Library 161 Times as puisi: sajak
Read
+Library
Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Aku, Seorang Istri Tetangga: Gairah Membara yang Terbebaskan

Sabun berbusa tapi ia tidak peduli. Kata-katanya canggung, tata bahasanya salah, rimanya tidak jelas, tapi tulus. "Mata Raisa seperti bintang di langit Bandung". Ia tertawa waktu itu, bilang itu puisi paling konyol yang pernah ia dengar. Tapi ia simpan sampai sekarang di laci. Lipat rapi. Seperti artefak dari kehidupan lain. Sekarang satu-satunya puisi yang kau tulis adalah laporan keuangan. Angka dan grafik. Tidak ada ruang untuk perasaan.
19.3K viewsOngoingAdded to Library 637 Times as puisi: sajak
Read
+Library
Mengandung Bayi Presdir Dingin

Mengandung Bayi Presdir Dingin

Keenam orang itu mengonfirmasi urutan tanggapan puitis mereka. Christopher adalah orang pertama yang membacakan puisi, bertemakan angka dua: "Rumput tumbuh, burung warbler membumbung tinggi di langit bulan Februari (2); di sepanjang tanggul, pohon willow menari dalam kabut musim semi yang memabukkan." Selanjutnya adalah Leia, yang memusatkan syairnya pada angka empat: "Teras ini memanjang empat (4) ribu delapan ratus zhang; merenungkannya membuat orang merasa cenderung mengarah ke tenggara."
3.2K viewsCompletedAdded to Library 107 Times as puisi: sajak
Read
+Library
LEGENDA PENDEKAR MABUK

LEGENDA PENDEKAR MABUK

Gerakan seperti tarian wayang orang, tegas, kaku, tapi ganas. Namun, Saka bisa mengimbangi dengan jurusnya. Ciri khasnya lebih sering sempoyongan seperti orang mabuk. Lebih parah dari jurus Congcorang Mabok. Gerakan Saka kadang-kadang seperti hendak jatuh, tapi cepat berdiri lagi. Bumbung tuaknya dimainkan sedemikian rupa. Kadang dilempar ke atas lalu ditangkap lagi. Boma Sagara cukup terkesima melihat jurus lawan. Dia tidak pernah melihat sebelumnya. Dia memang sudah mendengar tentang Saka yang dulu disangka sudah tewas.
1032.9K viewsCompletedAdded to Library 889 Times as puisi: sajak
Read
+Library
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

“Abah Saya datang kemari di beri info dari ki Slamet.” “Ki Slamet?” “Iya, Saya dari Karawang Mbah dengan Lestari.” “Ya, Ki Slamet saya paham, Neng ada rencana apa datang kesini?” “Saya ingin pasang susuk Abah.” “Susuk apa Neng?” “Saya seorang sinden dan penari jaipong abah, kira-kira susuk apa yang pantas buatku?” “Susuk itu banyak Neng, ada susuk kantil, susuk emas atau susuk berlian, semua itu ada tingkatannya untuk membuka aura.”
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as puisi: sajak
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status