Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MANTAN WITH BENEFIT

MANTAN WITH BENEFIT

────୨ৎ────────୨ৎ──── Aku angin yang menertawakan debu, ketika kuyup hujan memenuhi haribaan. Aku di gantang nelayan menarik perahu, untuk meriwayatkan kisah di tengah samudra. Memilah kata menjadi baitmu, itulah aku. Menghalau jengah, mengusir rindu. Menguliti pelangi untuk mewarnai hariku bersamamu, biar cinta indah sesuai harapku.
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai puisi tema laut
Baca
+Pustaka
Bunga Biru

Bunga Biru

Ia mulai menulis. Laut berbicara dalam bahasa yang tak dimengerti siapa pun. Tentang kehilangan yang ia simpan di kedalamannya. Tentang cinta yang ia jaga di antara riak dan gelombangnya. Tangannya berhenti sesaat. Pandangannya terangkat ke cakrawala, seolah menunggu jawaban dari sesuatu yang tak terlihat. Aku sering iri pada laut. Ia tak pernah benar-benar sendiri.
10623 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai puisi tema laut
Baca
+Pustaka
Siasat Sang Penguasa

Siasat Sang Penguasa

Akankah Ibu masih bisa selamat? Aku semakin ditelan air. Ombak meninggi, naik hingga separuh ketinggian tanggul, menelanku dalam bayang-bayang penyesalan. Aku semakin terpuruk ke dasar laut. Di dalam keputusasaan, samar-samar aku mendengar nyanyian suara lembut nan menyejukkan. Mungkin mitos itu benar, bahwa Orang Laut akan bernyanyi dalam lautan mengikuti suara deraan hujan dan deburan ombak untuk menenangkan para biota laut yang gelisah karena datangnya badai.
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 392 kali sebagai puisi tema laut
Baca
+Pustaka
Pernikahan tanpa Bahagia

Pernikahan tanpa Bahagia

Ia sering datang membantu Arga menata buku-buku di rak, atau sekadar duduk di beranda, menulis puisi dengan tulisan tangan kecilnya yang rapi. “Om,” katanya suatu sore, saat matahari hampir tenggelam. “Aku mau ikut lomba menulis tingkat nasional bulan depan.” Arga tersenyum, menatapnya dari kursi kayu. “Tentu. Tulis dari hati, bukan dari pikiran. Pikiran hanya tahu kata-kata, tapi hati tahu makna.” Rani mengangguk pelan. “Aku mau menulis tentang laut.”
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25 kali sebagai puisi tema laut
Baca
+Pustaka
Takdir Cinta Naila

Takdir Cinta Naila

bisik lelaki itu dalam hatinya. Aku ingin berlayar di laut mu, Nai.. Membagi ombak, membagi badai, membagi asin air mata kita yang menyamak cahaya tanpa warna. Di tempat dirimu memaknai gerakan air, daerah bayang-bayang membakar dingin pada tungku penungguan, semakin matang dalam merah mawar Kecambah rasa yang tengah menjala arus, lebur dalam ekspresi dzikir ikan-ikan yang tersayat.
1010.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 269 kali sebagai puisi tema laut
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
Ursa Mayor
Karakter Si Naila sudah bisa ketebak dan terasa sekali kalau dia itu janda alim. Lalu, aku membayangkan Si Ammad yang pasti gantengnya war biasah dan di pikiranku perfect man banget. Dan terakhir, akan kunantikan gimana takdirnya ini.
Ucu nurhayati
kata2 nya rapih dan tidak berbelit2 jadi bacanya enak ngalir, penggambaran settingnya juga lumayan detail, kisahnya juga true life bgt, jadi janda memang sering kali jadi tempat fitnah, ayo tunjukan naila kalo kamu bukan janda sembarangan ...
Baca Semua Ulasan
Kode Prosa Aisha

Kode Prosa Aisha

“Kauwus Las bersama udang paling lunak menguasai samudera bintang dan kupu-kupu,” Filan membacakan kalimat. “Menurutku, sub tema berganti di paragraf ini,” sepaham Diksa. “Laut, ya? Apa ini punya konteks seafood?” tanya Recha. “Em, bener juga,” Diksa menyadari hal yang sama dengan Recha, “tadi sub tema api. Elemental yang udah kita catat punya sifat panas.”
9.82.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai puisi tema laut
Baca
+Pustaka
Side the Away

Side the Away

Orang-orang bernyanyi mengelilingi api unggun diselingi tawa riang seolah kehidupan berat tidak pernah ada. Laura menendang pasir sepanjang perjalanan menyusuri tepi pantai. Cahaya bulan menerangi lautan berwarna hitam pekat. Gulungan ombak serta aroma laut yang khas memberi ketenangan tersendiri. Laura menghentikan langkahnya kemudian merentangkan tangannya lebar-lebar ke arah laut. Dia memejamkan mata meresapi suasana pantai yang dipenuhi keindahan alam. "Lala, apa kau tidak bisa memilih?" tanya Mario.
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai puisi tema laut
Baca
+Pustaka
Ethernal Hopes Of The Moon

Ethernal Hopes Of The Moon

Keheningan semakin menggelayut kala larut menemukan khusyunya. Deburan suara ombak yang kian naik menggelitik telinga, seolah-olah merasakan dengan jelas bahwa lautan tengah memanggil, mengundang jiwa-jiwa yang tengah sibuk melamun di tepian untuk datang dan menyelaminya jauh lebih dalam. Seolah-olah terhipnotis, aku menatap ke ujung cakrawala yang kini terselimuti dalam gulita. Embusan angin yang menghantarkan nyanyian laut yang begitu menenangkan. Rasanya jika aku tidak ingat akan betapa bahayanya ombak laut selatan yang cukup besar dan mampu menenggelamkan siapa pun tanpan ampun, mungkin aku sudah menceburkan diri ke sana dan menyelam bersama para penghuni dasar samudera yang menakjubkan.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 59 kali sebagai puisi tema laut
Baca
+Pustaka
Meniti Lautan Luka

Meniti Lautan Luka

Oh Tuhan tolonglah aku Janganlah kau biarkan diriku Jatuh cinta kepadanya Sebab andai itu terjadi Akan ada hati yang terluka Tuhan tolong diriku Walaupun terasa indah Andaikan ku dapat juga dirinya Namun ku harus tetap bertahan Menjaga cinta yang t'lah lebih dulu ku jalani Oh Tuhan tolonglah aku Janganlah kau biarkan diriku Jatuh cinta kepadanya Sebab andai itu terjadi Akan ada hati yang terluka Tuhan tolong diriku Sebab andai itu terjadi Akan ada hati yang terluka Tuhan tolong diriku Kenapa ada lagu itu di warung ini? Apakah Tuhan benar-benar sedang mengujiku?
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai puisi tema laut
Baca
+Pustaka
Mencuri Calon Suami Adikku

Mencuri Calon Suami Adikku

Suri bisa dengan tenang menatap ke arah laut lepas yang biru tanpa halangan, melahap semua warna cantik yang nyata menembus matanya. Bukan hanya langit dan laut, Suri juga menatap karang saat angin Atlantik yang membawa aroma asin laut menghempas dedaunan yang mulai mengering di antara celah batu putih tebing-tebing tinggi. Suri menyukai warna putih berbusa saat ombak memukul karang dengan suara berulang, seperti detak jantung yang tidak pernah benar-benar tenang.
1018.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 506 kali sebagai puisi tema laut
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status