Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kaca yang Pecah

Kaca yang Pecah

“Kalau begitu, Nona Jennifer maukah kamu memberiku kehormatan untuk berkencan sebentar?” Sambil berbicara, Rian mengulurkan tangannya seperti seorang pria terhormat. Angin bertiup sepoi-sepoi dan mata menawan itu tampak dipenuhi bintang. Tiba-tiba aku teringat sebuah kalimat dalam surat cinta itu. Hal-hal yang menggerakkan hati adalah hal-hal yang paling biasa, Seperti pecahan es yang berdenting, Seperti buah plum di mangkuk porselen putih.
7.4K viewsCompletedAdded to Library 251 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Love between Cubicles!

Love between Cubicles!

Jika mau diterima SMA paling favorit sekecamatan, aku harus berani menampilkan pembacaan puisi. Ibu membantu memilih koleksi puisi karyaku. Aku memang punya buku khusus semacam diary untuk menampung karya-karyaku. Setelah berdiskusi ngalor-ngidul kami memutuskan untuk memilih puisi berjudul “Hujan.”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Mencarimu dalam Bimbang

Mencarimu dalam Bimbang

Menghukum udara untuk memeluk siapapun yang berada di atasnya. Sebatang pena melukiskan keaadaan yang menguak berjuta kenangan. Langkah yang terhenti lebih menarik perhatian. Dengan izin Tuhan, air mata penantian kian saling berjatuhan. Tertopang kembali tubuh yang condong ke tanah yang penuh duri. Setelah kepalan-kepalan asap hitam pergi menyelimuti mentari. Tetesan hujan yang membasahi bumi yang telah memporak-porandakan kegaduhan hingga membuat hati sepi. Bagai kota yang telah mati. Buku-buku dengan puisi yang sangat gila. Hancur seketika usai kehilangan goresan-goresan cinta yang terjatuh dari tetesan tinta hingga malam berpesta mengunjungi mimpi gadis jelita.
103.0K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Rain

Rain

Namun, kejadian malam itu merubah hidupnya. Hujan menyadarkan Rain dari lamunan. Dia tidak menyukai hujan, apa pun alasannya Rain membenci tetes air yang turun dari langit. Baginya, hujan hanya membawa kenangan menyakitkan tentang hidupnya yang jauh dari kata bahagia. Namun, hari itu Rain tidak terlalu membenci hujan. Dia berjalan di bawah guyuran hujan sambil menyeret kopernya. Tubuhnya menggigil, tapi dia enggan berteduh karena hujan mampu menghapus semua lukanya.
103.3K viewsOngoingAdded to Library 100 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Matahari yang Ingin Terbenam

Matahari yang Ingin Terbenam

Aku harap ini takkan menjadi lagu terakhir yang kaunyanyikan untukku. . . . Ahhhh,,, malam, kira-kira apa yang kalian bayangkan jika membayangkan kata malam. Apakah sunyi? berbintang, atau rembulan? Wah, kau kuno sekali, pasti kau jarang Hang Out apalagi keluar malam, ya kan?
102.8K viewsOngoingAdded to Library 95 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Payung Yang Jebol

Payung Yang Jebol

Matanya nanar memandang seputar sambil mulutnya komat-kamit. “Ayo, baca puisi mbelingmu lagi!” teriak seseorang tidak sabar. Jegag-jegug baungan kidul ratan Jer sekar setaman nyi randa kalpika Jugrug ketaman wiriding alif Jaganana tha, nyai Jangkepe manungsa nora bandha donya Jeneh sira amemundhi memedi Jayanen kautaman Jatining janma amung wenang amarsudi
1.6K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Bukan Cinta Biasa

Bukan Cinta Biasa

tak ada yang lebih tabah dari hujan bulan Juni dirahasiakannya rintik rindunya kepada pohon berbunga itu tak ada yang lebih bijak dari hujan bulan Juni dihapusnya jejak-jejak kakinya yang ragu-ragu di jalan itu tak ada yang lebih arif dari hujan bulan Juni dibiarkannya yang tak terucapkan diserap akar pohon bunga itu' "Naya, kembalikan!"
103.8K viewsCompletedAdded to Library 135 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Air Mata si Kupu-Kupu Malam

Air Mata si Kupu-Kupu Malam

sahut si Mami. "Jadi gimana, Mi? Utang gue yang kemarin lunas, ya? Malah harusnya Mami tambahin lagi buat gue. Ini cewek cantik banget, Mi. Masih muda banget, masih terik. Rugi dong gue kalau cuman jual murah ke Mami." Tidak salah lagi, Taufan menjual dirinya mungkin ke seorang mucikari. Karena samar Laura mendengar suara musik seperti di sebuah bar atau ... entahlah.
101.1K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Benteng Terakhir Pernikahan

Benteng Terakhir Pernikahan

“Tidak juga. Hujan atau panas, bagiku sama saja. Justru mungkin, aku lebih suka kemarau. Tak ada alasan untuk bersembunyi lebih lama di tempat tidur. Syuting lancar, jadwal produksi lebih tepat. Kau suka hujan?” “Dulu,” jawabnya singkat tanpa mengalihkan pandangannya pada rintik air yang menetes dari atap restoran. “Dulu?” “Ya. Dulu, aku menganggap hujan adalah sumber inspirasi. Banyak sajak dan cerita yang lahir di tengah hujan.” “Lalu sekarang? Bukankah masih banyak sajak yang terlahir di tengah hujan?” “Ya. Tapi bukan berarti tak ada sajak yang lahir di tengah kemarau. Mungkin jauh lebih banyak. Hanya saja, kemarau terlalu kering dan biasa untuk dibanggakan.”
109.9K viewsCompletedAdded to Library 377 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Ketika Luka Lama Kembali Menyapa

Hujan kembali turun, tapi kali ini hanya gerimis kecil. "Apa kamu masih menyimpan tulisan itu?" tanya Mikael tiba-tiba. "Yang mana?" "Puisi yang kamu tulis waktu kamu patah hati." Liora tertawa kecil. "Itu banyak. Mana yang kamu maksud?" "Yang ini." Mikael membuka catatan di ponselnya dan mulai membacakan: “Aku menyimpan bekasmu di jemariku, bahkan setelah hujan menghapus yang lainnya. Tapi jangan salah sangka aku bukan menunggu, hanya belajar menerima.”
101.6K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as puisi tema hujan
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status