Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Hamil anak siapa?

Hamil anak siapa?

Risa diam, ia hanya bisa melihat ibunya memunguti lalu membuang ke tempat sampah tanpa tau siapa pelaku yang melakukan hal itu. Sepuluh hari berlalu, kejadian pelemparan sampah terus terjadi setiap hari di rumahnya. Ibu terus membuang sampah-sampah itu, hati Risa begitu sakit, ia sengaja duduk di teras ingin tau siapa yang tega berbuat seperti itu. Akhirnya ia melihat empat orang remaja perempuan dan tiga ibu-ibu berjalan bersisian, Risa beranjak, bersembunyi di samping rumah, dibalik dinding.
1016.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 452 kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Baca
+Pustaka
Setelah Berpisah, Dia Terus Mengejarku

Setelah Berpisah, Dia Terus Mengejarku

gumam Irish melihat tempat sampah kecil di kamarnya yang sudah penuh. Semenjak memiliki bayi, sampah Irish bertambah berkali-kali lipat dari biasanya. Biasanya ia membuang sampahnya setiap pagi hari. Namun, hari ini dirinya lupa. Daripada dibiarkan menumpuk dan menimbulkan bau tak sedap, ia memutuskan untuk membuang sampah tersebut.
1017.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 533 kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Menantu yang Dianggap Parasit

Bangkitnya Menantu yang Dianggap Parasit

Beberapa menit berlalu, Ambar telah meningalkan lokasi pembuangan sampah, Nura tampak berpikir serius, sejak tadi ia mengamati bungkusan sampah yang dibawa Ambar, lalu dengan cepat ia menuju tong sampah lalu mengambil kantong sampah milik Ambar. “Aku yakin ini sampahnya, aku mengamati sejak tadi, kata orang jika ingin mengetahui seseorang lihat dari isi sampahnya,’batin Nura, lalu secepatnya pergi dari tempat sampah menuju sebuah tempat yang sepi. Dengan cepat ia membuka kantong plastik dan menuangkannya di lantai, sejenak mengamati beberapa barang. Ada beberapa botol bekas air mineral kemasan ukuran 1liter dan beberapa kemasan roti.
6.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Baca
+Pustaka
JATUH CINTA PADA ISTRIKU YANG DULU KUHINA GENDUT

JATUH CINTA PADA ISTRIKU YANG DULU KUHINA GENDUT

tanyaku, akhirnya bisa duduk. “Bakarin sampah. Udah numpuk ditambah kertas di dalam kamarmu yang berantakan. Mbak bakar semua.” Aku terdiam sesaat untuk mencerna ucapan dari mbakku itu. “Nggak usah sok mikir begitu. Kebiasaanmu naruh barang yang nggak berguna sembarangan, akhirnya jadi sampah yang berserakan,” ucap Mbak Olif lagi.
101.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Baca
+Pustaka
Suami Terhinaku Seorang Miliuner

Suami Terhinaku Seorang Miliuner

Aku hanya diam, tak perlu membuang tenaga untuk menggubris semua ocehan mereka yang tidak akan berdampak apa-apa padaku. “Sayang, kamu kok di sini. Iyuh, bau banget. Kok kamu tahan sih Sayang dekat-dekat sama tuh sampah.” Pritta berdiri di depan pintu seraya menutup hidungnya dengan tangannya. Rizki bangkit dari hadapnku, menuju Pritta. “Iya, Sayang. Sampah yang satu ini bau busuk nya sangat menyengat. Lebih baik sekarang kita pergi dari sini.”
1040.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Baca
+Pustaka
Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

Nyanyian Berdarah di Konser sang Diva

"Kau ingin tetap di sini memangnya? Tentu saja kita masuk ke dalam bagian intinya. Kau belum menyelesaikan perjalanan jasad si kecoa." Dan si kecoa tak ada ahlak itu pun harus aku lanjuti lagi... *** Aku melihat sekali tumpukan sampah yang bertebaran di pinggiran kota. Entah ada berapa jumlah sampah plastik yang bisa jadi bahan bakar vulcano. Orang-orang bodoh terkadang memilih beberapa teori liar tentang membuang sampah di kaki gunung. Aku pun merayap secara hati-hati sekali di salah satu kaki gunung.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Misteri Rumah Mewah di Perkebunan Sawit

Saat aku mengumpulkan sampah, tak sengaja aku lihat ada benda aneh, seperti tali yang dibuat sedemikian rupa dan pangkalnya mempunyai tangkai. “Kok kayak cambuk ya? Seperti yang biasa digunakan untuk pentas kuda lumping,” gumamku. Kumasukkan benda itu ke dalam plastik sampah, nanti setelah para pekerja pulang, aku suruh Mas Halid membakarnya. ** Asap mengepul membubung ke udara. Rumput-rumput kering perlahan tebakar dan lenyap meninggalkan abu. Sebentar lagi semburat jingga akan tergelincir ke ufuk barat. Tenggelam di balik rimbunnya pohon-pohon sawit di belakang rumah.
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Baca
+Pustaka
Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

Dewa Abadi Bangkit Dari Lubang Sampah

"Anak baru, jangan membuat kekacauan. Tugas kita adalah memindahkan sampah ini sebelum pengawal datang. Jika terlambat, jatah makanan fana kita bulan ini akan dipotong lagi." "Sampah yang kalian pegang saat ini adalah kunci untuk membangun kembali kejayaan faksi fana ini," jawab Long Tian sambil melangkah maju, meraih segenggam Daun Embun Murni yang membusuk hitam.
108.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 320 kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Baca
+Pustaka
Kubuang Tunangan Sampah Sebelum Menikah

Kubuang Tunangan Sampah Sebelum Menikah

lanjutnya lagi. "Aku ... ganggu Mas Doni? Untuk apa? Gak ada untungnya sama aku, Ran. Sesuatu yang udah gak berguna, itu aku sebut sampah. Aku gak akan pernah mungut sampah untuk aku bawa pulang. Paham?" "Eh ... sembarangan. Enak aja kamu ngatain Mas Doni sampah."
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Baca
+Pustaka
Satu Atap

Satu Atap

Tak perlu jauh-jauh, sampah di lingkup halaman belakang sekolahnya sudah semengerikan ini, apalagi di lingkup yang lebih luas seperti lingkup dunia. Lisa sedih sendiri ketika melihat kompilasi video betapa rusaknya bumi sekarng yang sering beredar di dunia maya. Sungai hitam pekat, hutan gundul, laut penuh plastik mengambang, langit gelap karena tertutup asap. Hewan dan tumbuhan menderita. Hidup bersama plastik, hidup bersama sampah, hidup bersama bahan kimia. Dan akibat yang paling parah; es kutub mencair, ozon menipis, air bersih berkurang, banjir, badai, tanah longsor dan berbagai bencana lain yang memakan banyak korban jiwa. Entahlah. Lisa juga tidak mengerti kapan manusia berhenti merus
9.6150.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5.7K kali sebagai puisi tentang sampah 4 bait
Tampilkan Ulasan (52)
Baca
+Pustaka
IamBlueRed
Hai, pembaca Satu Atap! Aku harap kalian suka ceritaku dan nggak lupa kasih review. Ehe. Ini cerita baru jadi butuh review buat hidupin bintang di Satu Atap. Yaudah, gitu aja. Thanks atas partisipasi kalian yaudah buka part locked. Terima kasih banyak.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status