Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

Transmigrasi: Tebusan dalam Diri Radit

“Hei, pemerkosa, kalau kau mati di sini, jangan salahkan kami ya. Setidaknya dunia bersih dari sampah sepertimu.” Radit menggenggam tanah dengan tangan penuh luka. Ia tidak membalas. “Sampah pun bisa didaur ulang,” katanya lirih, tapi cukup keras untuk didengar Bagas. Para peserta lain mulai memperhatikan Radit. Meski dihina, ia tetap berusaha bangkit. Meski jatuh, ia tidak menyerah.
1.1K viewsOngoingAdded to Library 35 Times as puisi tentang sampah 4 bait
Read
+Library
NASI BERKAT

NASI BERKAT

ucap Bapak itu dengan seulas senyum. Erna mendongak, matanya berbinar mendengar ucapan Bapak itu. Mengangguk mantap dengan senyum tak lepas di bibir. Bapak berseragam oren itu lalu masuk ke tempat sampah. Bau busuk yang menyengat seketika menguar saat sepatu boot Bapak itu tak sengaja menginjak sampah pasar yang membusuk. Kebanyakan memang sampah sayur dan buah yang busuk, juga sampah plastik.
105.6K viewsCompletedAdded to Library 213 Times as puisi tentang sampah 4 bait
Read
+Library
Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Apalagi memunguti sampah kuaci yang kecil-kecil pakai tangan, pastinya sangat melelahkan. Duh, kasihan sekali. Besok-besok tidak usah bertamu ke rumah anak menantuku lagi jika dalam membuang sampah pada tempatnya saja mereka tidak lulus. Ngakunya lulusan universitas, tapi adabnya tidak ada. Bukankah orang yang beradab itu lebih tinggi derajatnya dari orang yang berilmu?
6.9K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as puisi tentang sampah 4 bait
Read
+Library
SUAMIKU LUPA JALAN PULANG

SUAMIKU LUPA JALAN PULANG

"Kasihan sekali kamu, Ran. Seseorang yang hanya bertepuk sebelah tangan tidak akan langgeng hubungannya. Sudahi saja!" "Jangan kuatir, Mbak. Semua sudah menuju proses kok, lagian siapa yang mau menampung sebuah sampah. Kemarin sudah aku katakan bukan? Jika sampah akan bersatu dengan sampah juga," ucapku dengan sedikit menekankan kata sampah. Baru aku sadari jika melawan seorang yang pongah maka harus dengan kepongahan juga. Kini aku baru tahu juga jika memang Mbak Eni tidaklah pantas untuk dihormati karena usia tidak bisa membuat seseorang terlihat dewasa.
1011.7K viewsCompletedAdded to Library 444 Times as puisi tentang sampah 4 bait
Read
+Library
Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

Hari Aku Kehilangan, Dia Merayakan

Tatapannya menusuk lurus ke mata Indra, setiap kata seperti pisau. “Kamu tahu nggak, di mata orang yang benci kamu, kamu bahkan lebih hina dari sampah. Setidaknya sampah masih bisa didaur ulang. Tapi kamu? Mau pungut kamu lagi pun nggak ada gunanya.” Ia berhenti sejenak, lalu tersenyum miring, senyum yang penuh ejekan. “Ah, salah. Mungkin kamu masih bisa dianggap berguna juga. Bukannya si Wulan masih suka kamu? Kalian cocok kok, sampah yang berjodoh dengan tempat pembuangannya. Sempurna sekali.”
8.7327.6K viewsCompletedAdded to Library 6.9K Times as puisi tentang sampah 4 bait
Show Reviews (69)
Read
+Library
Weneedta
Hai .... Mampir ke cerita aku yuk >>> "Antara Kamu dan Putraku". Kisah seorang wanita menikah 30an yg tergoda dengan pria muda pelatih basket putranya. Ceritanya relate dgn kehidupan sehari-hari. Ditunggu ya. Makasih ^_^
Neisya Marchia
Happy ending buat Puspa-Eric & sad ending buat Indra. Karena kalau inget awal2 cerita gimana perlakuan buruk karyawannya Indra ke Puspa di kantor, padahal Indra tau itu tp gak ada respon & pembelaan buat istrinya. Sampai karyawan ngira istrinya itu Wulan bukannya Puspa tapi si Indra tetep aja diem
Read All Reviews
Puzzle Killer

Puzzle Killer

Park Do Ha mengangguk paham, ia segera kembali menjalankan tugasnya. Sementara itu, seorang nenek lansia yang memegang payung tengah berjalan membawa sebuah kantong kresek hitam. Isinya adalah sampah yang akan ia buang ke tempat sampah besar tak jauh dari rumahnya. "Oh ada apa denganku , hanya berjalan beberapa meter saja rasanya sudah mau pingsan. Andai ada sanak saudara yang mau tinggal denganku. Pasti aku tidak akan membunag sampah malam malam begini. Tapi jika tetap dibiarkan di rumah, akan menjadi sarang penyakit bagiku yang sudah tua ini. " Keluh sang nenek yang berjalan pelan.
995 viewsOngoingAdded to Library 30 Times as puisi tentang sampah 4 bait
Read
+Library
Catatan Rumi

Catatan Rumi

"Rumi lebih baik tinggal di dekat tumpukan sampah tapi bahagia daripada harus hidup di rumah mewah kayak gini, tapi di dalamnya kayak penjara." ...
2.8K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as puisi tentang sampah 4 bait
Read
+Library
Dari Pacar Sewaan, Berakhir di Pelaminan

Dari Pacar Sewaan, Berakhir di Pelaminan

Kemudian dengan kedua tangan, aku meletakkan kertas itu di atas meja. Benar-benar mirip seorang kacung! "Tugas pertamamu, bersihkan tumpukan sampah basah yang ada di depan gerbang!" Perintahnya. Sampah basah yang terkena air hujan itu menumpuk di depan gerbang. Tidak bisa kubayangkan betapa busuk baunya. Lalu aku memberanikan diri menatapnya dengan tetap bersimpuh. "Apa Bapak sengaja menaruh sampah itu di depan gerbang untuk menyambut saya?"
9.769.7K viewsCompletedAdded to Library 2.8K Times as puisi tentang sampah 4 bait
Read
+Library
Dewa

Dewa

Rakyat butuh bukti bukan hanya omong kosong! Kali ini pandangan Dewa mendelik heran. Di samping pasar Bandongan, tepatnya di pinggiran jalan masuk ke ruko-ruko kecil, di sebelah kanannya ada tumpukan sampah dan berbagai tong sampah. Sampah-sampah itu biasanya akan diangkut oleh truk pengangkut sampah untuk diolah kembali atau pun dibuang ke sebuah tempat. Di sana belum ada truk yang biasa mengangkut gundukan sampah-sampah itu. Adanya seorang lelaki muda berparas kusam, dengan balutan seragam sekolah SMP, putih blue donker yang sedang mengosek-ngosek sampah tersebut, dan memasukkan sampah pilihannya seperti kaleng dan botol aqua ke dalam karung yang dibawanya. Secepatnya Dewa mengerem mesin m
9.97.6K viewsCompletedAdded to Library 274 Times as puisi tentang sampah 4 bait
Read
+Library
Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

Luka Hati Seorang Istri Yang Dikhianati

cibir Tora sinis. “Bukan,” kata Lestari, sama sekali tidak terpengaruh. “Waktu aku masih kecil di desa, nenekku selalu bilang tidak ada yang benar-benar sampah. Kain sisa bisa jadi selimut. Nasi sisa bisa jadi kerupuk. Batang padi sisa panen bisa jadi atap.” Tora menatapnya tak percaya. “Tari, dengan segala hormat, ini bukan dongeng dari desamu. Ini bisnis bernilai miliaran yang terkontaminasi pestisida. Ini masalah serius.”
105.4K viewsCompletedAdded to Library 177 Times as puisi tentang sampah 4 bait
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status