Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

Bunga itu Mekar Setelah Aku Tiada

"Kamu nggak akan pernah berbunga, menanammu di sini hanya sia-sia. Sebaiknya kamu tumbuh bebas. Aku mengembalikan pot bunga ke tempatnya, berpura-pura seolah tidak terjadi apa-apa, dan kembali ke kamar. Hari-hari berikutnya, aku dengan penuh perhatian merawat pot bunga kosong ini, meski di dalamnya tidak ada apa-apa. Aku sering berpikir, meskipun hanya tumbuh sebatang rumput liar, mungkin aku akan merasa begitu bahagia hingga tidak bisa tidur. Namun, aku tahu itu semua hanya angan-angan, seperti cinta Reza. Suara guntur di luar menyadarkanku kembali ke realitas. Aku mengusap air mata di sudut mataku, lalu duduk bersila di samping Reza, menikmati aroma yang ada padanya.
7.1K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 164 Beses bilang puisi tentang taman bunga
Read
+Library
Terjebak Cinta Terlarang

Terjebak Cinta Terlarang

Bukannya tadi aku dikamar," gumamku seorang diri. Aku memandang berkeliling ... Di sebuah taman yang banyak terdapat bunga bermekaran, haruum semerbak memanjakan indra penciuman. Bunga aneka warna yang menyejukkan pemandangan membuat siapa pun akan betah berlama-lama duduk ditaman ini. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh sepasang tangan yang merangkulku dari belakang. "Sssi-apa ya?" tubuhku gemetar hebat karena aku memang tak punya teman dekat, teman jauh, boro-boro pacar. Bersambung
2.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 70 Beses bilang puisi tentang taman bunga
Read
+Library
Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa

Menikahi Tuan Muda Buruk Rupa

' Aku tak sanggup lagi untuk mendengarnya, dan mataku memburam, membuatku segera melangkahkan kaki menuju taman, betulan menenangkan diri. Aku duduk di bangku besi, yang dicat berwarna cokelat mengilat, dan memandangi taman berhiaskan bunga-bunga cerah, seperti bunga kertas yang beberapa berwarna merah muda serta oranye, bunga anggrek bulan berwarna ungu, serta masih banyak bunga lain, juga beberapa pohon pucuk merah di dalam pot, serta brokoli kuning. Dan ... ku temukan tanaman bunga mawar, paling mencolok di antara lainnya, bunga yang juga paling dibenci oleh Naqib.
827 viewsOngoingIdinagdag sa Library 16 Beses bilang puisi tentang taman bunga
Read
+Library
Fantasi Tersembunyi Bunga Kampus

Fantasi Tersembunyi Bunga Kampus

"Dalam, terlalu dalam... Kak, Tia nggak bisa, Tia bakal hancur..." "Nggak mungkin. Tia itu rakus," ujarnya tiba-tiba menaruhku di dekat jendela. Di balik tirai putih, para mahasiswa berlalu-lalang. Seketika, semua inderaku menjadi lebih sensitif. "Nanti ada yang lihat... Ah... Kakak..." Payudaraku tertekan di kaca, sementara Eric memintaku berpegangan pada pagar pembatas. Dia tertawa pelan. "Bukankah Tia suka dilihat orang?"
11.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 416 Beses bilang puisi tentang taman bunga
Read
+Library
Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

Waspadalah, Nyonya Tak Sudi Lagi Ditindas

Lukisannya begitu hidup hingga orang ingin memetik bunga. Apa yang mengejutkan adalah karya nona kedua Chu. Dia menggambar bunga peoni putih di tengah gurun yang tandus. Latar belakangnya adalah derap kaki kuda dengan panji-panji para pejuang. Gambar ini memberi kesan yang kuat hingga beberapa pria yang pernah ke medan perang jadi terharu. "Pantas lukisan nona Chu menang. Memangnya apa yang istimewa dengan taman di penuhi bunga? Setiap hari juga bisa lihat."
1021.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 843 Beses bilang puisi tentang taman bunga
Read
+Library
Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Menantu Miskin Itu Ternyata Sultan

Mereka berasumsi, karena kejadian Bulan lalu memang ada sepasang kekasih yang kepergok berbuat mesum di gubuk di dalam taman ini, pada akhirnya mereka dihakimi warga setempat dan dinikahkan hari itu juga Demi menjaga kenyamanan, akhirnya dua orang tadi sepakat untuk melaporkannya pada Penjaga Taman yang ada di Pos jauh diujung sana. Sepanjang melangkah menyusuri taman bunga, Fiah begitu girang. Berlari kecil sambil mengangkat kedua tangannya. Sekitar mereka dipenuhi aneka macam bunga lokal yang mekar dan menyebarkan harum semerbak. "Seumur hidup, baru kali ini aku melihat Taman Bunga. Ya Allah… Bagus banget!" Fiah berteriak sambil meloncat loncat kecil.
9.7205.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.5K Beses bilang puisi tentang taman bunga
Ipakita ang mga Review (39)
Read
+Library
Nur Hidayah
jd kasian sama ibu Rita, tapi biarlah dulu biar jadi pelajaran buat bu Rita dan silvia supaya tidak menilai orang dari luarnya saja. semangat mia, semua kesedihan dan penghinaan selama ini terbayarkan oleh suamimu gara.
anitasaja0086
Novel ini berbeda dari yang lain. Tak ada dendam didalamnya. Yang buruk berakhir baik. Terimakasih Thor. Novel pertama' yang saya baca di apk ini. karena sangat penasaran dengan promo disosmed. Dan ternyata tak kecewa membacanya. Puas banget.
Basahin ang Lahat ng Review
NAFKAH YANG TERBAGI

NAFKAH YANG TERBAGI

Sementara Gina, ia berjalan-jalan di taman rumah Tante Lena. Jangan ditanya jika Gina sudah melihat bunga seperti apa. Gina akan semakin nyaman dan tak hentinya menyentuh dan memandangi bunga-bunga itu. Terlebih di sana juga terdapat beberapa pohon bunga mawar merah, yang sedang berbunga dan telah mekar. Membuat Gina merasa betah berlama-lama di tempat itu. Sambil memandangi bunga-bunga, Gina berniat menghubungi nomor Tessa. Tak sabar ingin memberitahukan kabar bahagia ini. Ia yakin, Tessa pun pasti akan sangat bahagia.
1032.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 719 Beses bilang puisi tentang taman bunga
Read
+Library
Hari-hari Dimanjakan Paman

Hari-hari Dimanjakan Paman

Pamela menatap adegan di taman dengan mata membelalak, lalu dia tercengang! Hari ini, Manor Sinar Rembulan berbeda dengan sebelumnya. Taman dipenuhi dengan bunga tulip merah muda, sebelumnya tak ada bunga seperti ini. Sekarang, Manor Sinar Rembulan seperti lautan bunga berwarna merah muda yang melambai mengikuti angin .... "Bibi, kenapa kamu nggak berjalan masuk?" Adsila yang sudah menghampirinya pun kaget ketika melihat adegan di taman. "Astaga! Cantik sekali!"
9.51.4M viewsKumpletoIdinagdag sa Library 42.1K Beses bilang puisi tentang taman bunga
Ipakita ang mga Review (267)
Read
+Library
Kiara Almira Gayatri putri
thor tolong ceritanya jgn berbelit belit. jd bikin bosen & males lama² bacanya. masa Agam yg segitu pintarnya bisa gatau kelicikan kalana. saya kira pas ketemu Pamela lsg ketauan itu anaknya Agam trnyata diputer puter lg ceritanya. diperpanjang ceritanya Pamela & Agam tau ulah kalana & bales kalana.
Amalina Mohd Salleh
Mahu nya kemajuan dalam hubungan pamela dengan agam...Mahu juga status keluarga kandung pamela terungkai dengan cepat...mahu juga tahu gimana cara agam lepas dari kalana dari status 'penyelamat' itu . jangan perbanyakan peran sampingan lebih dari peran utama . peran rembulan dan juga peran Moon ???
Basahin ang Lahat ng Review
Wanita Kedua

Wanita Kedua

apalagi bagian depan rumah terdapat taman yang indah dengan beraneka macam bunga yang bermekaran, rasanya Dina seperti sedang berwisata ke taman bunga. “Kalau kamu mau kita juga bisa membuat taman seperti itu,” Angga berkata lirih sambil memandang istrinya yang masih begitu terpesona dengan taman di rumah ini. “Aku sama sekali tidak ahli dalam hal tanam menanam,” protes Dina.
1058.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.7K Beses bilang puisi tentang taman bunga
Read
+Library
SUAMI PENGGANTI Untuk Wanita Islami

SUAMI PENGGANTI Untuk Wanita Islami

“Pemandangan seperti ini sudah cukup membuatmu bahagia?” Mengikuti arah pandangan suaminya, Ameera menyapu taman yang dipenuhi bunga-bunga yang bermekaran dengan warna-warna cerah. Berbagai warna—kuning keemasan, merah jambu, ungu keunguan—seperti lautan kecil yang menari bersaama angin. “Tentu saja. Lihat, Mas, bunga-bunga ini bermekaran dengan begitu indah. Pepohonan tumbuh subur, burung-burung berkicau riang. Tempat seperti ini begitu damai, cocok untuk menenangkan hati dan merilekskan pikiran.”
104.8K viewsOngoingIdinagdag sa Library 105 Beses bilang puisi tentang taman bunga
Read
+Library
PREV
1
...
5678910
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status