MANTAN SUAMI MATI GAYA
Bukan karena cinta, tapi karena trauma dan kenangan pahit.
Ibu menoleh sekilas pada Mas Tama, setelah itu dia melangkah menuju taman bunganya. Ya, seiring berjalannya waktu, taman bunga ibu semakin luas dan sekarang sudah menjadi salah satu usahanya. Bunga-bunga ibu yang cantik-cantik banyak diminati. Setiap pagi, aroma segar bunga mawar, melati, hingga lavender selalu memenuhi halaman belakang kafe. Itu menjadi terapi alami bagiku.
"Seblaknya enak, Nin."
Hot Chapters