Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Setelah 17 Tahun

Setelah 17 Tahun

Raymond melajukan kendaraannya dengan sangat cepat. Manda berulah yang bermuka dua. Foto yang dia kirim membuatnya sangat marah. Raymond singgah di taman Amarilis menikmati pemandangan Amarilis yang menawan, dan juga bisa bersantai ataupun menikmati udaranya. Mengingat tak jauh dari taman bunga terhampar sawah hijau yang menyejukkan mata. menjadikan Taman Bunga Amarilis adalah pilihan yang tepat untuk melepas penat. Taman cantik Bunga Amarilis Seperti namanya, taman ini memang banyak ditumbuhi oleh tanaman amarilis. Dimana sebelumnya bunga ini dianggap sebagai gulma dan saat ini justru memiliki keindahan tersendiri. Menjadikan taman ini menarik untuk anda kunjungi saat singgah di kota Jogja.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 174 kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Penguasa Sembilan Pintu Kematian

Belum habis keheranan mereka berdua, beberapa pelayan berlarian masuk ke pondok menghampiri keduanya. "Ada apa?" Lady Wang menoleh, menatap para pelayan yang terlihat gelisah. "Lady Wang, bunga-bunga di taman semua bermekaran. Bukan hanya bunga Krisan dan Kamelia, tetapi semuanya. Bahkan pohon persik pun berbunga." Lapor salah seorang gadis pelayan itu. Gadis itu berbicara tanpa jeda bak air bah mengalir. Jelas terlihat dia kebingungan sekaligus ketakutan.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 139 kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
GRALEO

GRALEO

Taman yang luas begitu indah dihiasi bermacam macam bunga, dimulai dari bunga mawar, melati, ros, kaktus dan lain lainnya Seorang anak kecil menaiki ayunan dengan pelan dan matanya lincah seperti mencari seseorang "Kemana ayah?, " Tanya nya pada diri sendiri, pasalnya dia datang dengan ayah nya tapi kmna ayahnya pergi
1.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
Derrick Season 2: Pulau Kambangan Darah

Derrick Season 2: Pulau Kambangan Darah

Taman Bunga. Taman bunga yang sebelumnya sangat indah dengan ratusan bunga warna-warni yang menghiasinya kini terlihat sudah hancur berantakan seperti terkena badai tornado. Beberapa bunga bahkan ternoda dengan darah segar yang tidak tahu siapa pemiliknya. Di beberapa tempat terlihat muncul siring yang terbuat dari tebasan pedang, di ujung siring terlihat sebuah pedang besar menancap kokoh di tanah sebelum pedang itu terbang menuju tuannya.
9.26.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
Suami Penggantiku Pura-Pura Miskin

Suami Penggantiku Pura-Pura Miskin

“Lagi di taman lihat-lihat bunga, Bu," jawab ART keluarga Kertakusuma. Vania mengangguk kecil, dan berjalan keluar rumah. Matanya mencari Kaira yang ternyata sedang tersenyum manis ketika melihat bunga-bunga di taman. “Itu yang pink namanya bunga peony, yang putih itu namanya bunga magnolia,” celetuk Vania yang membuat Kaira menoleh ke samping, ke arah Vania berdiri.
1098.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
ISTRI KESAYANGAN MR. BILLIONAIRE

ISTRI KESAYANGAN MR. BILLIONAIRE

Ayana membuka suara saat melihat taman bunga yang ditunjukkan Bryan, terlihat baru saja ditanam Ayana menebak, jika Bryan baru saja membuat tanaman bunga, saat melihat jika tanaman bunga ini, seperti baru saja di tanam. Bryan tersenyum saat mendengar pertanyaan Ayana, kemudian menoleh menatap ke arah Ayana dan berkata. "Aku tidak menyangka jika kau bisa menebaknya, Ayana. Memang benar, taman disini baru saja aku buat, untuk membuatmu merasa tidak bosan tinggal di rumah ini. Aku tidak tahu bunga apa saja yang kau sukai!"
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 155 kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
Hasrat Dendam Suamiku

Hasrat Dendam Suamiku

Taman itu dihiasi dengan berbagai jenis bunga yang bermekaran, pohon-pohon yang rimbun, dan air mancur marmer yang gemericik lembut. Briella berhenti sejenak, terpesona oleh keindahan taman tersebut. Burung-burung berkicau riang di antara cabang-cabang pohon, dan angin sepoi-sepoi membawa aroma bunga yang harum. Taman itu begitu tenang dan damai, sebuah kontras yang tajam dengan ketegangan yang dia rasakan di dalam mansion.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 359 kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
Sudut gelap di rumah tua

Sudut gelap di rumah tua

Taman ini menjadi tempat bagi mereka semua untuk bersantai dan menikmati waktu bersama di alam terbuka. Suatu sore, saat mereka semua duduk di taman, menikmati keindahan bunga-bunga yang mekar, David berkata, "Lihatlah, betapa indahnya taman ini. Seperti hidup kita, kita telah melalui musim dingin yang berat, tetapi sekarang kita mekar dengan keindahan yang baru." Lisa tersenyum, meraih tangan David. "Benar, setiap musim dalam hidup kita membawa pelajaran dan kekuatan baru. Kita hanya perlu bersabar dan terus tumbuh."
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets

Sang Dewa Perang, Ayah Tampan Quadruplets

kata Andrew sambil tersenyum, "Mari kita berbelok dan menikmati keindahan taman bunga itu." Mobil mereka berbelok dengan hati-hati menuju taman bunga yang Abella maksud. Begitu mereka tiba, keindahan yang luar biasa segera menyapa mereka. Taman bunga ini menawarkan berbagai jenis bunga yang berwarna-warni dan mengeluarkan aroma yang memikat. Terdapat paduan harmonis antara warna-warni yang cerah dan kelopak yang lembut, yang membentuk sebuah lukisan alami yang menakjubkan.
9.116.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 322 kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
Renggali

Renggali

Atau, memilih berkorban atau mengorbankan. Mirip seperti bunga sakura. Sebuah pohon yang hanya bisa tumbuh di satu daerah saja di Indonesia. Bunga yang berwarna merah muda dengan corak putih di tengahnya, belum lagi daun yang hijau membuat suasana hati terasa tenang. Terlihat gadis cantik yang sedang duduk bersandar di bawah pohon itu dengan pena dan buku di tangannya sedang menulis sesuatu. “Riska! Apa kamu baik-baik saja.”
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai puisi tentang taman bunga
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status