Kisah Pernikahan
Ia hanya membalas singkat: “Sedang rapat, nanti kuhubungi.”
Aku sendirian tengkurap di atas lantai yang dingin. Rambutku berantakan, piyamaku terkena debu. Aku merasa agak tak berdaya, tetapi lebih dari itu, aku ingin melepaskan diri dengan usahaku sendiri. Aku tidak ingin merepotkan siapa pun, apalagi membiarkan orang luar masuk ke kamar tidur. Maka aku mulai menenangkan diri dan menyesuaikan posisi. Pertama, aku mengendurkan otot bahu dan punggungku, lalu menarik lengan ke depan dada untuk mengurangi ruang yang ditempati tubuhku. Setelah itu, dengan perlahan aku menggunakan siku untuk menopang lantai dan sedikit demi sedikit memindahkan titik berat tubuh ke belakang.
Hot Chapters