Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DECEMBER DAWN : THE PROPHET

DECEMBER DAWN : THE PROPHET

Ulurkan tanganmu. Lagi? Aku tak mau berpikir lagi, atau mempertanyakannya. Aku merentangkan tanganku ke depan, tepat saat pria gila itu sampai di hadapanku. Simbol di tanganku menyala—aneh, saat ini aku tak merasakan sakit sama sekali. Sebuah uluran tangan tembus pandang tiba-tiba muncul di depanku, menghantam pria gila itu hingga mundur ke belakang.
356 viewsOngoingAdded to Library 9 Times as hand to myself
Read
+Library
Sang Pengacara

Sang Pengacara

“Makan sendiri.” “Suapin, Sayang. Aku mana bisa makan sendiri.” Abi melirik pada tangan kanannya, yang masih terbujur kaku di depan dada. “Atau, kita makan sepiring berdua. Belum pernah, kan?”
1046.5K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as hand to myself
Read
+Library
Handa

Handa

“Tingkah masih seperti bayi tapi sudah pengin punya anak!” Mendengar ucapan dari Satria, Handa bergegas bangkit dari posisinya dan mengabaikan sang suami yang sudah siap akan menggendonganya. “Aku bisa jalan sendiri,” ucap Handa dengan nada ketus, sambil melangkah meninggalkan Satria. Satria hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum melihat tingkah polah istrinya. ***
1034.6K viewsCompletedAdded to Library 1.2K Times as hand to myself
Read
+Library
Kebangkitan Sang Putri Terbuang

Kebangkitan Sang Putri Terbuang

“Tidak buruk.” Ia mengangkat tangan. Namun— gerakan itu tertahan. tangan itu masih memiliki kendali dari pemiliknya dan tubuhnya menolak untuk di gerakan oleh orang lain yang masuk tanpa izin. Jari-jarinya bergetar tipis. Untuk sepersekian detik, dunia di sekitarnya terasa retak—bukan secara fisik, melainkan dari dalam dirinya sendiri. Berhenti.
1019.0K viewsCompletedAdded to Library 436 Times as hand to myself
Read
+Library
JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

JANGAN MENCINTAIKU, PAMAN!

“Aku bisa sendiri.” Ayu menolak uluran tangan Hide yang akan membantunya turun dari mobil. Ayu sudah puluhan kali menyentuh tangan itu—dulu, bukan berarti Ayu ingin menyentuhnya lagi sekarang. Ayu tidak mungkin lagi membayangkan bagaimana tangan itu mengelus kepalanya dulu, atau saat dengan lembut selalu menghiburnya saat rasa sakit menyerang kepalanya. Bagaimanapun, tangan itu adalah tangan yang sama yang memaksanya untuk mencumbu dirinya kemarin. Ayu tidak ingin tangan itu menyentuhnya lagi.
1020.4K viewsCompletedAdded to Library 508 Times as hand to myself
Read
+Library
Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

Rather Than My Fiancé, I Will Choose You!

“Ini.” Cermin kecil yang pas digenggam ke mana-mana oleh tangan diberikan. Itu digunakan oleh Rafi untuk melihat pantulan bayangan diri sendiri dengan banyak rasa ketidakpercayaan. Dan yang lebih mengesalkannya lagi …. “Siapa … dia?”
1011.7K viewsOngoingAdded to Library 279 Times as hand to myself
Read
+Library
Hear Me

Hear Me

"Iya Non." "Oke, makasih Biiii... Love youuu." Jika suasana hati gadis itu sedang bagus, maka dengan Bi Iyem pun akan semanis ini. Tapi jika sedang buruk, tidak ada seorang pun yang berani pada nya, kecuali Jeff. Hal itu lah yang menjadi alasan kenapa Handoko sangat mempercayai Jeff. Pria itu satu-satu nya manusia yang bisa membuat Vella nurut, setelah kepergian Mama nya.
3.1K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as hand to myself
Read
+Library
YOU

YOU

Aluna kembali melihat ke jari manis tangan kiri nya tempat dimana cincin pemberian Xavier tersemat, ia melepaskan cincin emas dengan permata tersebut dan menaruhnya ke dalam salah satu saku ransel hitam miliknya. Aluna menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan, berusaha menenangkan diri dari kesedihan yang tengah ia rasakan. “Yuk Aluna, bisa yuk. Kamu pasti bisa lewatin ini semua. Bismillah, semangat Aluna.” Gadis itu berusaha menyemangati dirinya sendiri, lalu ia kembali membuka mushafnya dan mulai melantunkan ayat-ayat cinta dari Sang Pemilik Semesta untuk mengobati lara hati nya dan membuat hatinya tenang.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 55 Times as hand to myself
Read
+Library
Help Me

Help Me

pria asing itu menatap manik mata Violence dengan penuh harapan untuk hidup. "Se-sebentar, jangan takut, kau aman bersamaku, aku akan mengobati lukamu terlebih dahulu kemudian menghubungi polisi" Violence melepas kedua tangan pria asing itu dari tangannya dan memaksakan sedikit senyum diwajahnya. Kemudian, Violence berbalik membelakangi pria asing itu berniat untuk masuk kedalam rumah dan mengambil beberapa obat luka, namun ... Brakk!
1.6K viewsOngoingAdded to Library 31 Times as hand to myself
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status