Pelatih Renang Idaman Para Sosialita
Dan dalam hati aku hanya bisa berdoa lirih, "Bunga, tunggu aku. Aku akan cari jalan. Aku harus bisa menemuimu dan jelasin semuanya. Aku nggak boleh kalah sama keadaan ini."
Putri menatapku lama, lalu menutup ponselnya. Dia bangkit dari ranjang dengan rambut yang masih berantakan, berjalan pelan ke arahku. Aku bisa merasakan langkahnya makin dekat, sampai akhirnya dia berdiri tepat di depanku.
"Aku tanya sekali lagi, Kak Dion…" suaranya datar, tapi aku bisa merasakan nada tajam di balik kata-katanya. "Kamu mimpiin Bunga, kan? Kamu masih mikirin dia."
ตอนยอดนิยม