Putra Sang Presdir
Tampak wanitanya menangis sedari tadi, sedih memikirkan nasib putrinya, sedangkan Rudolf dia tampak lebib tegar, tapi hatinya pun pasti tidak kalah sedih.
Kakek Zoku mengajak mereka ke kota untuk menyaksikan pernikahan Jessi dan Markus. Keduanya kompak menggeleng.
"Tidak, Tuan. Kami tidak akan menghalangi pernikahannya, tetapi aku tidak akan sanggup melihatnya," jawab Rudolf.
"Rudolf, ini pernikahan putrimu satu-satunya, Kau tidak ingin menjadi pengiringnya? Aku dapat membayangkan betapa, sedihnya putri kalian." Kakek Zoku sedikit memaksa.
Hot Chapters