Putri Yang Kau Suruh Gugurkan
Arini segera berlari memeluk putrinya yang tampak ketakutan.
"Bawa mereka keluar dari ruangan Mama, Abi."
Suara sang ibu membuat hati Arini seakan tertusuk duri tertajam. Ia sudah membayangkan ini akan terjadi, tapi tak tahu jika rasa sakitnya ternyata lebih sakit dari yang ia bayangkan.
Abi berjalan mendekat, dia memeluk Arini dan Naina.
"Mama, Dinda, dan semuanya. Saya minta maaf. Saya akan jujur, bahwa Arini adalah istri saya dan gadis kecil ini adalah putri kandung saya."