Istri yang Kau Sengsarakan
tanya Nayara sambil mengatur mangkuk.
“Iya, seperti biasa ya, Nak. Banyakin kuahnya,” jawab Bu Lilis sambil memandangi perut Nayara yang hampir jatuh ke depan, "ya ampun, kamu masih aja jualan ... bukannya istirahat?”
Nayara hanya tertawa kecil. “Belum bisa, Bu. Kalau saya tidak jualan, siapa yang biayain lahiran nanti?”
Perempuan paruh baya itu menghela napas. “Kamu tuh ya, kuat sekali. Padahal suami atau keluargamu ke mana? Dudah hampir waktunya melahirkan, lho!”
الفصول الرائجة