Pelayan Hati Sang Pangeran
"Mungkin, Tri. Ibu juga tidak tahu, tapi gelagatnya akhir-akhir ini yang Ibu tahu mungkin iya karena Raden Mas Suryawijaya memilihnya diantara putri-putri ayahmu yang lain. Dia beruntung katanya."
Maharani melirik sekilas ke ruang keluarga, dimana Dyah duduk dengan resah dan malu.
"Tapi saingannya Mbak Dyah itu Mbak Keneswari, Bu. Saingan berat."
"Keneswari memang saingan berat, tapi Dyah mempunyai hati yang murni, Tri. Apalagi untuk istri seorang pangeran, murninya hati akan menimbulkan rasa welas asih. Itu penting." Maharani tersenyum. "Ayo makan dulu, biar Mbak Dyah nanti nyusul."
Bab Populer