Penguasa Hati
“Aku tidak bisa. Kita berbeda. Dunia kita .…”
“Lihat saja isinya,” katanya lagi, kali ini lebih lembut, memotong kalimatku yang putus asa. Tatapannya memohon. Untuk pertama kalinya, aku melihat kerapuhan yang begitu nyata di matanya. Pangeran es yang selalu terlihat angkuh tersebut tampak seperti sedang mempertaruhkan segalanya di atas meja kafe yang dingin.
“Setelah kau melihatnya,” lanjutnya, “semua terserah padamu. Jika kau masih ingin aku pergi, aku akan menghilang dari hidupmu. Selamanya.”
Capítulos Populares