Dengar, transmigrasi itu kurang lebih seperti ide cerita di mana 'jiwa' seseorang pindah ke tempat lain — gampangnya begitu aku jelasin ke teman yang belum paham.
Di pengalaman bacaku, transmigrasi biasanya berfokus pada si tokoh utama yang tiba-tiba sadar di tubuh lain atau di dunia lain, tapi masih membawa ingatan dari hidup sebelumnya. Kadang dia masuk ke tubuh bayi, kadang ke tubuh orang dewasa yang sudah hidup, bahkan sering juga jiwa itu masuk ke tubuh karakter minor yang ada di cerita lain. Yang bikin transmigrasi menarik adalah konflik identitas: si tokoh mesti menyesuaikan diri dengan keadaan baru sambil memanfaatkan pengetahuan lama untuk bertahan atau berkembang.
Hal yang penting dicatat — dan ini sering bikin pembaca bingung — transmigrasi beda dengan reinkarnasi tradisional. Dalam reinkarnasi, ingatan biasanya hilang dan jiwa mulai hidup baru; sementara dalam transmigrasi, ingatan sering tetap ada sehingga cerita lebih soal adaptasi dan strategi. Ada juga variasi di mana sistem dunia baru menghadirkan aturan seperti level, skill, atau kultur yang asing. Aku suka konsep ini karena memberi ruang besar buat penulis bereksperimen dengan humor, tragedi, dan power fantasy, dan buat pembaca itu seperti main puzzle: bagaimana tokoh memanfaatkan 'keuntungan' memori masa lalu di setting baru.