Istri sang Iblis
"Sejak itu, ayahku tidak pernah benar-benar sama. Ia mencoba, tapi sebagian darinya seperti ikut terkubur bersama ibuku."
Vellorn diam sejenak, dan ketika ia bicara lagi, suaranya lebih pelan dari biasanya. "Aku tidak ingat lagi bagaimana rasanya kehilangan seseorang dengan cara yang wajar. Kematian yang datang perlahan, memberi waktu untuk berpamitan." Ia menatap ke arah kolam, matanya menyimpan sesuatu yang jauh, jauh lebih tua dari malam ini. "Kehilanganku selalu datang tiba-tiba. Sekali putus, tidak pernah ada kesempatan kedua untuk mengatakan hal-hal yang seharusnya dikatakan."