Pelajaran Panas Dengan Ayah Muridku
Tidak heboh, tidak berisik, tapi ada sesuatu yang berubah di udara.
“Hold that,” kata fotografer lagi. “Jangan senyum. Tapi tatapannya jangan kosong.”
Anindya menatap lensa. Matanya tenang, tapi hidup. Ada bekas luka di sana, bukan untuk dipamerkan, tapi tidak juga disembunyikan.
Klik.
“Nice.”
Citra mencatat sesuatu di tabletnya.
“Sekarang versi kedua,” ujar fotografer. “Lebih soft. Seolah kamu lagi dengar seseorang ngomong sesuatu yang bikin kamu percaya sama diri sendiri.”