Menikahi Bekas Suami Sahabatku
“Dibilang main tambang, sih enggak, ya. Tapi, yah … namanya hidup, perlu uang kan? Lagipula kalau aku hanya mengandalkan satu pekerjaan saja, bisa-bisa waktu hari tua nggak ada tabungan dan kerja keras terus.”
Aku terdiam. Dua orang sudah yang mengatakan hal yang intinya sama padaku, harus punya uang yang banyak supaya waktu tua nanti, kita nggak perlu kerja keras.
“Ngomong-ngomong, aku masuk dulu, ya. Nggak enak sama atasan. Sayang, makasih, ya udah dianterin ketopraknya.” Mas Dendi mencium keningku mesra. Aku pun membalasnya dengan senyum semanis mungkin dan lambaian tangan.
Bab Populer