Chemistry Chapter
ujar Zea tanpa ragu, memberikan senyuman manis tak berdosa.
Pegawai toko itu terkekeh, melirik Dewa yang sudah memijat pangkal hidungnya. "Mau cari yang berapa karat, Kak?"
Zea mengetuk-ngetuk dagunya, pura-pura berpikir keras. "Emm... yang beratnya bisa bikin jari manis saya terkilir kalau dipakai. Ada?"