Mengemis Maaf Istriku
Rifatul Mahmudababysitter rasa istriff yadong menyusui suamicerita panas mama dan anakistri menangis karena mertua
"Livia, aku tidak tahu harus bilang apa. Aku iri padamu, aku jahat padamu. Aku minta maaf. Aku harap kau bisa memaafkanku."
Livia diam sejenak. Ia melihat kejujuran dalam mata mereka, tetapi ia juga tahu bahwa tidak semua luka bisa hilang hanya dengan kata-kata.
Livia mengambil napas dalam-dalam, pandangannya beralih ke Gheza, lalu ke Alia.
"Terima kasih atas permintaan maafnya," kata Livia, suaranya tenang, tanpa emosi berlebih. "Aku sudah memaafkan kalian sejak lama. Aku tidak lagi membawa beban itu."
Hot Chapters