RAJA TANPA TAKHTA
jawab Abu Karim, “tapi aku merasa bahwa ia sedang melarikan diri dari sesuatu. Mungkin dari dosa, atau mungkin dari takdir yang ia coba hindari. Tapi meskipun begitu, ia tetap memilih untuk membantu kami, meski itu berarti mengorbankan dirinya sendiri.”
Gurutta Harun menambahkan, “Syamsir mengajarkan kita bahwa seorang pemimpin sejati bukanlah orang yang sempurna. Ia adalah seseorang yang, meskipun dipenuhi dengan ketidaksempurnaan, tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk orang-orang di sekitarnya.”
Mukhayyam terdiam lagi. Kata-kata itu menggugah hatinya. Ia sadar bahwa menjadi pemimpin tidak hanya tentang kekuatan, tetapi juga tentang pengorbanan dan ketulusan.
Bab Populer