Merajut Asa
Suara Satria terdengar tenang dan bijaksana, seperti biasa.
Jovita tak mau menyia-nyiakan peluang, ia mencoba angkat suara, "Betul, Pi. Satu hal yang sangat saya yakini, pada akhirnya kebenaran akan terungkap. Apa yang ditabur, itu yang dituai. Tuhan tidak tidur, bukan?" Kalimatnya bak pukulan 'smash' bagi Ezra dan juga Satria yang diyakininya turut berada di balik semua sandiwara ini. Walau sebenarnya, ucapan itu lebih ditujukan untuk menguatkan dirinya sendiri. Berharap keadilan segera berpihak padanya.
-----