Cinta dalam Balutan Doa
Berkali-kali mengusap wajahnya frustrasi.
“Astaghfirullahal Adziim ...,” lirihnya yang masih bisa didengar sang adik. “Tetap di sini, Dek. Jangan pergi!” pintanya. Azril tersenyum sambil mengangguk.
Arza mulai menceritakan pertemuannya dengan Fathiyah, tingkah gadis itu yang selalu mengiriminya makanan, menggodanya dengan kata-kata yang menurutnya tidak tahu malu, perangkap cintanya, penangkapan Syafik, kematian Rina dan kepergian gadis itu, entah kemana. Arza menceritakan semuanya pada Azril. Namun, ia tidak bilang kalau Fathiyah adalah koki yang pernah bekerja di kafe dan restonya.