Tawanan Tuan Kama
Raga mengorek bara api dengan ranting kayu, "Sudah sempat sadar, meski pertama kali ia siuman ia justru melihat penampakan Raga dan berakhir menjerit."
Raga tersenyum kecut, "Dia kira aku bandit." Saut Raga.
"Dia tidak salah kira," komentar Kama, namun ia buru - buru mengkoresksi, "Tapi hatimu yang membedakan kamu dengan bandit - bandit jahat. Yah ... Tentu"
Tapi pujian di akhir kalimat barusan tidak berhasil menghibur Raga, ia sudah terlanjut tersinggung.
Bab Populer