Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Grow Up Love

Grow Up Love

Terkadang aku tegur, karena mungkin saja membuatnya tersandung atau menabrak sesuatu. Melihatku semakin dekat, dia segera menaiki sepeda. Satu kakinya menginjak pedal. Aku duduk di jok belakang. Ad melepas topinya, membalikkan depan topi mengarah ke belakang. Sepedanya mulai dikayuh dan melaju di antara angin yang datang sebelum hujan. "Gue kebut!" Katanya.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Si Paling Galak, Tapi Hanya Manis di Depanku

Si Paling Galak, Tapi Hanya Manis di Depanku

“Makanya gue agak jaga jarak. Bukan karena pengen. Tapi karena gue nggak mau ngerusak.” Aurel berhenti. Dia noleh. Tatapan mereka ketemu. “Lo nggak ngerusak apa-apa,” kata Aurel pelan. “Lo cuma manusia.” Raksa ketawa kecil. Tipis. “Lo aneh.” “Mungkin.” Raksa pakai helm, tapi sebelum naik motor, dia nengok sekali lagi. “Besok… gue usahain lebih hadir.” Aurel nggak jawab langsung.
10727 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Kesayangan Sang Duda

Kesayangan Sang Duda

ketus Komo yang sedikit kesal karena sahabatnya ini tidak melihat situasi yang ada di sekitar minta main kebut aja. Komo terus mengejar sepeda yang ada di depannya walaupun sedikit agak jauh jarak antara sepeda dan mobil mereka, tapi tetap Komo mengikuti dan menyalip motor yang ada di depannya sedangkan Darren yang berada di belakang sudah tidak sabar, dia mencondongkan badannya ke depan untuk terus melihat sepeda tersebut. "Dia berbelok kanan Komo, cepat belok ke arah kanan cepat aku tidak mau kehilangan jejaknya." Darren eminta kepada Komo untuk berbelok mengikuti sepeda tadi.
8.712.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
MELACUR KARENA TERPAKSA

MELACUR KARENA TERPAKSA

Garganif baru, lelaki itu tidak mampu berkata apa pun. Dalam keabadiannya Rico mengendarai sepeda motor. Pikirannya yang tidak menentu menjadikan dirinya tidak konsentrasi berkendara. Saat melewati sebuah tikungan tikungan, dia terlalu mengambil arah kanan. Tiba-tiba dari depan datang sebuah truk. Braak!
1015.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 497 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Pelukan Sang Majikan di Malam Hari

Raven memutus sambungan telepon secara sepihak setelah orang di seberang sana mematuhi perintahnya. Setibanya di depan lobi, Raven melihat dua sepeda, kemungkinan itu bekas Rania dan Salsa. Tanpa pikir panjang, Raven memakai salah satunya. Mengayuhnya dengan kecepatan tinggi menyusuri jalan aspal menuju area hutan. Jalanan di sekitar masih diterangi lampu jalan. Di bawah cahaya temaram, Raven tidak menyembunyikan kekhawatiran dari wajahnya. Rahangnya mengeras dan tangannya mencengkeram erat stang sepeda.
1045.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 962 kali sebagai rak depan sepeda
Tampilkan Ulasan (16)
Baca
+Pustaka
Valenka Lamsiam
selalu seruuuu, bikin penasaran. si raja tega, es batu, dan tak berperasaan diawal. dan pasti nantinya kena kutukan jadi pria bucin parah gak ada obat. ehhh cerita kali inimah agak lain. dari awal bertemu aja sudah kena kutukan tuh bang revan. normalnya cuma berlaku buat sera aja.
radayinta
Semangatz kak ocha, aku selalu menunggu dan membaca karya-karyamu Cerita ini agak beda dengan yang sebelumnya, namun untuk latar belakang, yang satu kaya dan satu miskin sudah biasa di jadikan dalam latar belakang cerita, jadi tetap lanjutkan ceritanya kak
Baca Semua Ulasan
Menikahi Ayah Temanku

Menikahi Ayah Temanku

Abah pergi ke halaman belakang rumah dan kembali dengan sebuah sepeda tua yang biasa Rean pakai pergi ke ladang dan masjid. Sepeda itu rusak. Ban belakangnya nyaris terlipat, dan stangnya sudah tidak seimbang. Sofia tidak bisa membayangkan sekeras apa mereka berbenturan. “Jika Juragan perhatikan, keadaan seperti apa yang paling mungkin menyebabkan kondisi sepeda saya seperti ini?” Rean diam sejenak sementara Wira melirik sepeda dengan sudut mata.
3.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 61 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Istri Kesayangan Tuan Muda

Istri Kesayangan Tuan Muda

tanya Aliana. "Ya itu benar, My Luv. Mereka baru akan menekan bel sepeda mereka dan meminta orang untuk segera minggir, tapi saat mereka sudah berada pada jarak dua puluh centimeter di belakang kita... Selain itu harus hati-hati juga saat menyeberang jalan, perhatikan jalur kiri dan kanan jalan," jawab Elrick sambil terkekeh pelan. "Saat terakhir kali ke sini, aku ingin menyewa sepeda, tapi Eomma dan Appa tidak mengizinkannya, aku hanya bisa gigit jari saat Alson Oppa bisa hilir mudik dengan sepedanya."
8.843.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Berangkat Miskin Pulang Kaya

Berangkat Miskin Pulang Kaya

“Apa mau naik sepeda? Mas yang goes, aku duduk di belakang.” Boleh juga idenya, minimalnya lebih cepat dari pada jalan kaki.
1037.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Menantu sang Jendral Besar

Menantu sang Jendral Besar

Bab 273. MENYELIDIKI LATAR BELAKANG DARKO Darko segera menarik pedal gas sepeda motor trailnya hingga mentok, seketika roda depan sepeda motornya terangkat dan melakukan freestyle dengan kecepatan penuh. Jalanan menuju luar kota tidak terlalu ramai sehingga Darko bisa melajukan kendaraannya dengan cepat.
9.6171.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.2K kali sebagai rak depan sepeda
Tampilkan Ulasan (26)
Baca
+Pustaka
MN Rohmadi
Terimakasih atas support dan dukungan para pembaca setia Menantu sang Jendral Besar, yang telah mengikuti perjalanan Darko sampai tamat di season ini. Tunggu cerita petualangan Darko di season 2 Menantu sang Jendral Besar 2 terimakasih.
Yeni Inka
Ini baru cerita tentang Jendral besar dan panglima perang yang lain daripada yang lain. Ceritanya sangat real dan epik, Darko meski kuat tapi ada masa lengahnya tapi tidak lama malah membuat ceritanya semakin asik dibaca.
Baca Semua Ulasan
When I Meet You

When I Meet You

"Ayo naik di belakang, tunjukan jalan yang benar untuk memutari dunia yang kau sebut dunia pikiran ini." Hatiku seolah mencelos kala mendengar penuturannya, tak butuh waktu lama untik berpikir sepertinya. Aku mendekat ke arah sepeda yang ditungganginya, menaiki boncengan yang tersedia di belakang jok depan yang menjadi utama sepeda ini. Kedua tanganku bertumpu pada sadel bagian bawah untuk berpegangan agar tidak jatuh.
9.98.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai rak depan sepeda
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status