Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kapokmu Kapan, Mas?

Kapokmu Kapan, Mas?

Dia juga seperti sedang menahan muntah tetapi tak mampu berbuat hal lain selain menenggak tiga teguk minuman itu. "Itu cairan apa, Mbah?" Aku bertanya. "Itu kopi fermentasi dari tujuh macam kotoran kerbau dengan jenis berbeda," jawab dukun yang lebih banyak diam. Bang Robi yang hendak muntah segera dicegah oleh dukun satunya yang mengancam, "Kalau dimuntahkan, gancet ini tidak akan bisa lepas sampai kapan pun." Entah apa yang ada dalam pikiran Bang Robi. Pasti kesal dan mual sekali rasanya. Entah bagaimana rasanya minuman itu. Aku tak sanggup membayangkan.
1079.8K viewsCompletedAdded to Library 1.9K Times as rambut di cepol
Read
+Library
Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam

Terpenjara Cinta Sang CEO Kejam

ungkap Cleo penuh rasa percaya diri dan keberanian. Ramon tertawa sumbang saat mendengar celotehan Cleo. Ia melirik ke arah meja kecil yang terletak di samping tempat tidur Vallen. Kemudian dia mendekat dan mengecek satu persatu menu yang tersaji di sana. Tak ketinggalan sebuah ramuan obat yang dia racik sendiri setelah belajar tiga tahun lamanya di negara Jepang. “Aku sudah kehilangan selera pada kalian berdua,” balas Ramon asal-asalan dan langsung berdiri lagi dari jongkoknya.
1024.8K viewsCompletedAdded to Library 521 Times as rambut di cepol
Read
+Library
RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

RAMBUT BASAH SETIAP PULANG KERJA

Gegas mereka menuju meja nomor tiga puluh. "Maaf ya, Jeng lama." Riyanti menyalami temannya itu. "Iya, nggak apa-apa. Duh, mantunya tambah cantik aja." Marisa memuji kecantikan Alda. Meski baru bertemu beberapa kali, ia tidak pernah lupa dengan Alda. "Terima kasih, Tante." Alda tersenyum ramah. Setelah itu mereka duduk, tak lupa ditemani oleh secangkir kopi. Sementara Alda yang tidak suka kopi panas, memesan es kopi.
109.3K viewsOngoingAdded to Library 373 Times as rambut di cepol
Read
+Library
Lavrinda Tersayang

Lavrinda Tersayang

Crandespol, obat yang terbuat dari mineral dan tanaman herbal yang hanya bisa tumbuh di Kermenchik. “Besoknya pasti ada banyak mata-mata asing mencoba masuk ke negara kita.” Kata Ratha. “Tapi untuk sekarang kita bersenang-senang saja di sini dahulu.” “Maria dan Agnes lama sekali.” Kata Lavrinda. “Atau kita duluan dan tidak memakai kondom?”
1.5K viewsOngoingAdded to Library 51 Times as rambut di cepol
Read
+Library
Pria 'Shift Malam'

Pria 'Shift Malam'

Kemudian tanpa ragu lalu Rafsa berikan sebungkus rokok dan si kepala suku ini pun merem melek menikmati sigaret ‘mahal’ ini. Keduanya juga di suguhi minuman mirip kopi dan baru satu tegukan, Rayyan kaget, rasanya agak pahit dan sepat, campur manis seperti gula aren. Camo terkekeh dan bilang kopi khas itu berguna sebagai penguat stamina. Rafsa pun terpaksa jelaskan maksudnya dan Rayyan akhirnya minum sampai habis, seperti yang Rafsa lakukan. “Tuan Camo, benarkah mereka itu bertujuan ingin mencari berlian di kampung sini?” Rafsa bertanya hati-hati, ini bertujuan agar berlian yang barusan mereka temukan tidak diketahui sang kepala suku ini.
1061.2K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as rambut di cepol
Read
+Library
Unexpected Wedding

Unexpected Wedding

“Sayur wortel?” “Sayur ijo.” Rama kembali menggeleng. “Sayur bayam.” Lintang mendengar suara Raga meralat ucapan Rama. Di mana pun posisi pria itu sekarang, Lintang tidak mau peduli. Yang penting, Raga tidak menampilkan wajah di layar ponsel Lintang. “Kalau Rama makan sayur bayam, nanti bisa cepat pulang ke rumah,” ungkap Lintang.
9.8407.6K viewsCompletedAdded to Library 10.2K Times as rambut di cepol
Read
+Library
Mencintai Seorang Climber

Mencintai Seorang Climber

“Si Abang nggak pesan apa-apa? Biasanya dia kan, selalu pesan sesuatu kalau kamu mau balik ke Cirebon. Pesan krupuk kulit kebo, nasi Jamblang, pepes rajungan, empal gentong, apa lagi? Tahu gejrot?” “Tahu gejrot mah banyak yang jual di Bandung.” jawab Maryam. “Jujur sama aku, Marco sudah pernah nyatain cinta sama kamu?” “Urusan aku sama dia cuma sebatas pesan baju batik, dan makanan. Emakku kan, jualan nasi Jamblang. Marco penasaran pengin coba masakan khas Cirebon. Aku bawakan saja dagangan emakku buat dia coba. Tapi kalau empal gentong, itu tetanggaku yang jual, memang dimakannya pakai kerupuk kulit kebo.”
3.4K viewsOngoingAdded to Library 77 Times as rambut di cepol
Read
+Library
Satu Malam Bersama Duke

Satu Malam Bersama Duke

Kenapa rasanya aroma dan warnanya begitu familiar? "Apa aku bisa tahu teh apa ini?" tanya Sienna, matanya beralih menatap wajah Greta. Greta tidak langsung menjawab. Ia merapikan letak sendok kecil di nampan itu dengan gerakan tenang. "Ini resep khusus dari kampung halaman saya, Nona." jawab Greta dengan nada manis yang dibuat-buat. "Teh Bunga Rue yang dicampur dengan Akar Cohosh. Sangat ampuh untuk menghilangkan rasa mual."
9.953.5K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as rambut di cepol
Read
+Library
Red in Us

Red in Us

Dia kembali mengaduk bubur, lalu mengambil bagian atasnya dan mengarahkan pada mulut Rabu. Rabu kembali menerima suapan Katha dengan ekspresi wajah yang tak berubah. “Jadi sekarang produk apa lagi?” tanya Katha masih terus menyuapi Rabu tanpa dia sadari. “Masih seri keripik pisang cokelat kemarin,” jawab Rabu di sela-sela mengunyahnya. “Telen yang bener dulu,” tegur Katha, dan langsung diikuti Rabu.
1018.3K viewsCompletedAdded to Library 440 Times as rambut di cepol
Read
+Library
Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Ryan tiba-tiba bertanya. "Aroma aneh apa?" tanya Xamira balik dengan dingin. "Apa yang kamu bicarakan? Aku nggak ngerti." Ryan berkata, "Aroma ini sangat mirip dengan Anggrek Kabut, tanaman yang banyak ditemukan di Srilandia."
10110.0K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as rambut di cepol
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status