Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Dijaga Gadis-Gadis Berdasi, Dikejar Para Janda Berdaster

Di dalam sebuah rumah kayu yang rendah, lampu bergoyang tertiup angin, beberapa anak buah Rusam sedang bermain kartu. "Bom! Hahaha!" Seorang pria berjanggut kasar yang bertelanjang dada, dengan penuh semangat melempar empat kartu angka tiga. "Sial, kalah lagi!" Pria gemuk berkulit putih itu melempar kartu dengan kesal. "Nggak mau main lagi!" "Kak Rusam, terus sembunyi di sini juga bukan solusi!" Pria gemuk itu mengeluh kepada Rusam yang berbaring di sudut.
10110.7K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as rambut kasar
Read
+Library
Jerat Cinta Si Iblis Tampan

Jerat Cinta Si Iblis Tampan

Karin ingin memberontak, namun tubuhnya terlalu lelah. "Kau ... siapa?" tanya Karin lemah. Dia berkali-kali meringis kesakitan. Lelaki itu mengamati luka di kedua lutut Karin dan dalam sekali usapan, luka itu hilang. "Khusus kali ini saja," katanya dengan senyum ramah. "Kau siapa?" ulang Karin. Lelaki itu mengulurkan tangan kanannya. "Aku Rama Bagaskara," jawabnya.
106.8K viewsCompletedAdded to Library 245 Times as rambut kasar
Read
+Library
Kukembalikan Kesengsaraanku Pada Maduku

Kukembalikan Kesengsaraanku Pada Maduku

tegas Bramasta. Bramasta segera menarik rambut Rosa, hingga dia harus melangkah keluar dari bathup dengan segera untuk mengikuti langkah Bramasta, meskipun sebenarnya kakinya sudah gemetaran dan tidak mampu berdiri, tapi Rosa harus memaksakan kakinya untuk bertahan lebih lama lagi. Dengan sangat kasar, Bramasta segera melucuti semua piyama kimono Rosa, beserta bra dan juga celana dalamnya, Rosa hanya bisa pasrah saja dengan apa yang dilakukan Bramasta, asalkan semua ini segera berakhir.
3.3K viewsOngoingAdded to Library 69 Times as rambut kasar
Read
+Library
Rumah Ramaria

Rumah Ramaria

Aku membalas tosnya. Kak Dimas tingginya sama denganku, namun tubuhnya lebih kurus. Kak Dimas seorang dokter yang bekerja di rumah sakit tidak jauh di luar perumahan yang mereka tempati sekarang. Sudah punya kekasih seorang dokter juga, dan berencana menikah tahun depan. “Halo, Rama. Belum makan kan? Kita makan sama-sama ya,” kata Mama.
104.5K viewsOngoingAdded to Library 108 Times as rambut kasar
Read
+Library
Gantari

Gantari

Perlahan kupicingkan mata, semakin lama semakin lebar menatap lantai dan meja yang tadinya penuh belatung. ”Mana belatungnya,Nduk? Ini hanya kelapa parut saja." Budhe Lasmi mengambil segenggam kelapa parut dan menunjukkan padaku. Mataku mengerjab sementara banyak pertanyaan menari di benak. Jika benar ini hanyalah kelapa parut, lalu kenapa aku tadi melihatnya berbeda. "Ta-tapi tadi Gantari memang melihat belatung.”
1.6K viewsOngoingAdded to Library 41 Times as rambut kasar
Read
+Library
Sasakala

Sasakala

Tiba di jembata kecil, seorang nenek duduk dibawah seng sebagai atapnya dengan beberapa lukisan yang kanvasnya berbentuk persegi empat. “ Ini namanya Damar Kurung, Nyimas ” “ wah, aku pertama kali melihatnya ! ” Nyimas menjawab dengan mata berbinar. Nenek itu tersenyum ramah menyambut Arka dan Nyimas. Dia sedikit berdiri dengan merapikan dagangannya. “ mbah, aku mau beli damar kurung yang belum dilukis. Ada tidak ? ” tanya Arka “ oh ada nak, sampeyan mau beli berapa ? ”
9.82.9K viewsCompletedAdded to Library 90 Times as rambut kasar
Read
+Library
Belenggu Asmara Tukang Kebun

Belenggu Asmara Tukang Kebun

Bunga yang terdiri dari dua puluh tangkai bunga mawar warna merah dan tiga kuntum bunga casablanca itu tampak mencolok dalam pandangan Yusuf. “Tangan ajaib siapa yang sudah menyulap kembang wahangan (sungai) jadi secantik ini,” Yusuf berdecak kagum. Kembang wahangan yang dimaksudnya adalah bunga daisy kuning, terselip di ruang kosong pada rangkaian bunga itu. Saking kagumnya, mata Yusuf sampai berkaca-kaca.
109.1K viewsOngoingAdded to Library 327 Times as rambut kasar
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status