Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Antara Tahta dan Cinta Ayah Mertua

Antara Tahta dan Cinta Ayah Mertua

Dia juga sebenarnya masih belum menerima, hanya saja kebaikan juga pedulinya terhadap Ramon meruntuhkan ego yang tinggi itu. “Jangan khawatir. Aku akan membalas semua kesalahanku padamu. Aku akan membawakan bumi dan seisinya untuk menggantikan sesuatu yang hilang darimu. Aku berjanji,” kata Ramon setelah melepaskan pelukan. “Apa kau bisa melakukan itu?” tanya Amira. “Apa aku lupa siapa aku? Kalau begitu biar kuperkenalkan lagi. Aku adalah Ramon Reano Dirgamanta. Pengusaha kaya raya yang tidak terkalahkan,” ucapnya dengan gaya sombong.
106.7K viewsCompletedAdded to Library 175 Times as ramon papana
Read
+Library
Pemuas Hasrat Sang Paman

Pemuas Hasrat Sang Paman

ujar Nyonya Horrison meraih tangan Belle, dan mengusapnya dengan lembut. Belle tersenyum sebelum dia menanggapi apa yang diucapkan oleh Nyonya Horrison, "Tidak, Nek." jawab Belle menatap Nyonya Horrison lalu kembali berkata, "sebenarnya, Aku yang merasa sangat beruntung memiliki suami seperti, Paman Jelios. Meskipun usia kami cukup jauh berbeda, tapi aku merasa, Paman Jelios jauh lebih tulus dari orang-orang yang sebelumnya aku kenal, dan dekat denganku," ujar Belle sesuai dengan apa yang dia rasakan saat itu.
9.5273.8K viewsCompletedAdded to Library 6.0K Times as ramon papana
Read
+Library
Mas Sena

Mas Sena

ia pun teringat. “Oh ya, gini aja. Gue kasih aja kuota 5 orang yang memiliki nama yang berawalan z, dan salah satunya Zelina. dan sekarang masih ada kuota 4 orang lagi. jadi kalau semisal 4 orang ini terpenuhi, ya maka gak ada promo lagi, untuk uangnya gue kasih setelah kuota 5 orang ini terpenuhi, tapi please jangan sampe pemilik nih tempat tahu, oke?”
102.8K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as ramon papana
Read
+Library
PESONA PAMAN TAMPAN

PESONA PAMAN TAMPAN

tanya Tamika semakin mendekat pada pria tersebut. “Saya berada di mana?” tanyanya tanpa menjawab pertanyaan Tamika. “Anda sekarang berada di klinik dekat perkebunan apel. Anda berasal dari mana? Siapa nama Anda?” cecar Tamika, tak memberi ruang pria itu untuk bernapas. Pria tersebut terkekeh pelan. “Saya Adrian Sanders.” Mata Adrian terus saja tertutup, membuat Tamika kembali khawatir. “Apa yang Anda keluhkan, Tuan? Kenapa Anda terus saja menutup mata? Apa mata Anda terasa sakit?” cecar Tamika lagi.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as ramon papana
Read
+Library
CEO Tampan Pemenangnya

CEO Tampan Pemenangnya

Scarlett berkata sambil mengangguk. “Saya punya nama. Jadi jangan panggil saya Pak. Lagi pula, Aku masih muda dan belum menikah sama sekali. Aku mungkin 5 tahun lebih tua dari kamu.” kata pria itu dengan santai. “Panggil aku Zayn Karl, mengerti?” “Bagaimana bisa. Anda adalah CEO, jadi saya merasa tidak enak memanggil Anda dengan nama itu.” Zayn berkata, “Panggil aku Zayn saat tidak ada orang di sekitar. Panggil aku Tuan Zayn saat kamu berada di kantor, bagaimana?”
9.42.9K viewsOngoingAdded to Library 64 Times as ramon papana
Read
+Library
Rachel&Rama

Rachel&Rama

Jam pun sudah menunjukkan pukul 8 malam, namun Ibu nya belum juga pulang. Rachel yang sudah kelaparan akhirnya berdiri masuk ke dalam kamar untuk mengambil handphone nya, menghubungi Ibu nya, belum ia sempat menghubungi Ibu nya, ada telfon masuk yang ia tidak kenal nomornya, karna penasaran akhinya Rachel pun mengangkat telfon itu. "Halo.." "Haii queen" "Ini siapa?" "You're king" "Ha?" "Ini gue Rama"
103.4K viewsOngoingAdded to Library 71 Times as ramon papana
Read
+Library
SamRann

SamRann

tanya Rann setelah jelas melihat wajah orang yang dimaksud. "Oh jadi namanya Bramm, thanks ya Rann udah kasih tau," ucap Safna yang kegirangan mengetahui nama orang yang diincarnya. Duel sengit berakhir dengan kemenangan Rey. Elang yang kalah kecewa dengan hasil akhirnya harus puas dengan keangkuhannya.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as ramon papana
Read
+Library
MENANTU AMBURADUL

MENANTU AMBURADUL

pinta Papa. Mas Yusuf langsung mencoba menghubungi Mas Rama untuk menyampaikan kabar baik ini. Mas Yusuf tampak senang sekali. Akhirnya Mas Rama bisa ada peluang untuk mendapat pekerjaan lagi. Sebenarnya sejak kemarenan Mas Yusuf galau karena kebetulan di kantornya belum ada lowongan. Takut dikira nggak ada usaha bantu. Untung ada bantuan lain datang lewat Papa. “Kamu kapan mau nambah momongan lagi, Nis?” tanya Papa kepadaku.
1011.6K viewsOngoingAdded to Library 419 Times as ramon papana
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status